Jumat, 30 Juni 2017

Kreatifitas dan Kejelian Menangkap Peluang Bisa Memberikan Penghasilan Dari Sesuatu Yang Sederhana


Kebanyakan orang berpikir bahwa untuk mendapatkan penghasilan berarti harus bekerja di kantor, berangkat pagi, pulang malam. Padahal sebenarnya tidak demikian. Mencari nafkah atau penghasilan bisa dilakukan dengan banyak cara.

Yang terpenting adalah adanya kemauan, kreatifitas, dan kejelian menangkap peluang. Cukup dengan semua itu maka sesuatu hal yang sederhana, dan tidak pernah terbayangkan bisa menghasilkan uang, ternyata bisa menjadi sumber penghasilan bagi mereka yang mau berusaha.

Contoh sederhana terwakili dalam foto di atas. Sebuah foto yang diambil di Curug (Air Terjun) Cilember di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor ini.

Mungkin, banyak yang bertanya apa yang sedang dilakukan orang dalam foto itu? Untuk apa ia membentuk sebuah taman kecil menjadi berbentuk kupu-kupu dengan tanaman berbagai warna? Apa yang didapat dari hal itu?

Yah, jawabannya, orang tersebut sedang bekerja dan mencari nafkah.Taman kecil tersebut adalah sarana yang memberikannya penghasilan.

Curug Cilember adalah sebuah kawasan wisata yang cukup terkenal di kawasan Puncak. Ribuan orang mendatanginya setiap akhir pekan. Di dalam ribuan orang wisatawan yang datang tersebut, banyak diantaranya mereka yang sedang menjalin hubungan, berpacaran, atau bahkan berbulan madu.

Tentunya, saat sedang datang berdua dengan si dia, pastilah pasangan tersebut ingin mengabadikan kebersamaan. Sayangnya, terkadang, di sebuah lokasi wisata seperti air terjun, susah ditemukan sesuatu yang unik dan bisa menjadi latarbelakang sebuah foto yang bisa mengekspresikan rasa cinta, bahagia, dan tentunya unik.

Nah, peluang itulah yang tertangkap oleh beberapa orang penduduk lokal di kawasan tersebut. Mereka menyediakan taman mini berbentuk unik dan dihiasi warna-warni dari tanaman yang dipasang.

Temanya beragam, mulai dari gambar hati hingga kupu-kupu.


Orang-orang ini hanya memanfaatkan beberapa lahan kosong dipojokan yang jarang disinggahi pengunjung. Modalnya adalah bunga-bunga dan tanaman berwarna mencolok, serta sedikit rumput dan tentunya kerja keras dan kreatifitas menentukan tema.

Hasilnya, sebuah latar belakang yang unik dan sesuai dengan tema romantis yang tentunya mengundang mereka yang sedang kasmaran untuk berfoto bersama dengan latar belakang unik ini.

Biayanya tidak mahal dan terjangkau oleh semua orang.

Cuma, karena banyak yang menggunakan jasa taman mini ini, penghasilan orang-orang kreatif ini cukup lumayan setiap harinya, apalagi di akhir pekan atau libur panjang.

Dan hasilnya tentu mereka bisa memenuhi kebutuhan dapur dan rumahtangga.

Bukankah sama saja dengan menjadi karyawan di kantor? Tidak beda.

Sebuah contoh, jika seorang mau berusaha dan menggunakan akal pikirannya, maka mencari nafkah tidak lagi dipersempit artinya dengan batasan "bekerja di kantor". Ada banyak cara lain, selama mau berkreasi dan jeli melihat peluang.

Kamis, 29 Juni 2017

Crane Terkuat di Dunia Ini Sanggup Mengangkat Kapal Hingga Pengeboran Minyak Lepas Pantai Dalam Keadaan Utuh

crane terkuat di dunia Taisun
Kredit Foto Wikimedia Commons

Pernah lihat yang namanya "crane"? Tentunya sudah jika Anda pernah melewati pelabuhan dan biasanya alat ini dipergunakan untuk melakukan bongkar muat kontainer di pelabuhan. Memang alat ini ditujukan untuk mengangkat beban-beban berat yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia.

Terkadang melihat bagaimana sebuah crane menurunkan sebuah kontainer berukuran 40 feet dengan berat sekitar 10-20 ton saja, lidah kita sudah berdecak kagum. Padahal hal itu tidak seberapa dibandingkan yang bisa dilakukan crane terkuat di dunia.

Berapa beban yang bisa diangkat oleh crane terkuat di dunia? Cobalah bayangkan bagaimana membangun sebuah pengeboran minyak lepas pantai di laut yang bergelombang? Tentunya banyak dari kita membayangkan bahwa bangunan itu dirakit di laut, padahal kenyataannya tidak.

Banyak pengeboran lepas pantai dirakit di daratan dan di galangan kapal. Barulah kemudian diangkut ke lokasi dimana pengeboran akan dilakukan.

Bagaimana bisa?

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan tenaga crane untuk memindahkannya dari galangan ke laut sebelum kemudian ditarik ke lokasi.

Berat? Pasti karena beratnya bisa mencapai ribuan ton.

Tetapi, dengan menggunakan crane terbesar di dunia ini hal itu bisa direalisasikan. Sebab, Guinness Book of World Record mencatat bahwa beban terberat yang bisa diangkat oleh crane terkuat di dunia adalah lebih dari 20.000 tom.

Jika sulit membayangkannya, bayangkan saja 4-5 kapal feri yang penuh pemudik lebaran di pelabuhan Merak diangkat sekaligus.

Crane terkuat saat ini diberi nama Taisun, atau Taishan, sebuah gunung tertinggi di Propinsi Shandong, Cina (Tiongkok). Selesai dibangun pada tahun 2008 ini hingga sekarang sudah memecahkan beberapa kali rekor dunia beban terberat yang bisa diangkat oleh sebuah crane.

Mengaduk Rendang Selama 6 Jam Ternyata Membuat Pegal Juga Tetapi Mengajarkan Pada Satu Hal


Rendang, salah satu makanan terlezat di dunia merupakan salah satu kuliner yang sepertinya harus ada di meja makan saat Idul Fitri. Bukan sebuah keharusan sebenarnya, tetapi rasanya tidak lengkap suasana Lebaran tanpa kehadiran masakan yang satu ini, tentu saja harus ditemani dengan ketupat dan opor ayam.

Bukan sebuah makanan yang tidak umum juga karena di rumah makan Padang setiap hari bisa ditemui dan hanya butuh beberapa menit saja untuk mendapatkannya. Angkat telpon, pesan, dan kemudian menunggu karena banyak RM Padang menyediakan jasa pengantaran ke tempat.

Meskipun demikian, suasana lebaran dengan rendang yang dipesan dari RM Padang bukanlah sebuah pilihan. Tidak seru dan rasanya tentu saja berbeda dibandingkan jika dibuat sendiri.

Ternyata, tidak mudah mendapatkan masakan rendang yang mirip dengan yang pernah dirasakan saat masa kecil dahulu, sekitar 30 tahun yang lalu. Memang, dengan adanya panci presto, banyak rendang di masa sekarang bisa dimasak secara cepat. Sayangnya rasanya terkadang jauh dari yang diharapkan dan cita rasanya berbeda dibandingkan yang "dulu".

Rupanya perbedaan cara memasak rendang masa kini dan masa lalu itulah yang menghasilkan perbedaan rasa.

Rendang masa dulu tidak dimasak dan siap dalam 1-2 jam saja. Butuh banyak proses untuk membuat daging empuk dan pada saat bersamaan bumbu dan santan meresap ke dalam daging. Rupanya hal itu tidak bisa didapatkan secara cepat.

Secara total, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kuliner berwarna merah kehitaman ini mencapai lebih dari 6 jam, tidak termasuk proses pemotongan daging (dan waktu untuk membelinya di pasar).

Hal itu dikarenakan ada satu proses yang membutuhkan waktu lama, yaitu saat mencampurkan santan ke dalam masakan. Prosesnya tidak bisa sekaligus dan semua harus dilakukan secara bertahap.

Santan harus dituang sedikit pada rendang yang ada di wajan dan kompor dengan api yang kecil. Kemudian rendang harus diaduk perlahan agar bumbu dan santan bisa meresap ke semua potongan daging.

Butuh kesabaran. Membesarkan nyala api memang akan membantu mempercepat habisnya santan, tetapi juga sering menyebabkan "gosong" pada rendang. Mengaduk pun harus perlahan, jika terlalu keras, maka dagingnya bisa menjadi hancur. Tentunya, gosong dan hancur bukanlah hal yang diharapkan.

Bagaimanapun rendang bukan hanya harus enak, tetapi juga harus tampil cantik di meja makan.

Alhasil, maka yang bisa dilakukan adalah mengikuti proses, mengaduk perlahan, memasukkan tiga empat sendok santan setiap penuangan, mengaduk lagi, menunggu sampai santan mendidih dan kemudian berkurang, memasukkan santan lagi, dan terus begitu sampai santan habis dan daging empuk.

Pegal, lumayan. Tidak beda dengan melakukans angkat berat khusus bagian tangan selama setengah jam dengan beban 1 kilogram. Pegal, pasti lah. Ditambah dengan hawa panas berada di depan kompor selama waktu yang lama.

Tetapi, semua itu terbayar ketika menyuapkan potongan rendang dengan ketupat yang diberi kuah opor atau sayur pepaya. Tidak ingat lagi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkannya. Enak bro & sis.

Rasanya jelas berbeda dengan yang dirasakan di RM Padang atau rendang yang dimasak secara instan.


Coba saja sendiri.

O ya memasak rendang pun mengajarkan saya pada satu hal. Jika ingin mendapatkan hasil maksimal, maka diperlukan ketelatenan dan kesabaran dalam melakukannya. Tidak akan ada hasil yang baik, jika kita ingin selalu serba cepat dan mengandalkan pada mentalitas instan.

Butuh Kursi Roda di Stasiun, Jangan Ragu Untuk Meminta Kepada Petugas


Semua orang tentunya ingin sehat, apalagi mereka sedang dalam perjalanan. Sayangnya, terkadang situasi di lapangan terkadang membuat badan kita menjadi lemah, lemas, dan tak berdaya karena tiba-tiba demam atau lain hal.

Pada saat demikian, tentunya kita membutuhkan bantuan yang bisa membantu kita tetap melakukan  perjalanan ke tujuan. Salah satu alat bantu yang bisa dipergunakan dalam hal ini adalah kursi roda, sehingga tubuh yang sedang tidak sehat tidak perlu terkuras lebih jauh dengan harus berjalan. Dengan begitu kita bisa tetap meneruskan perjalanan sampai ke tujuan.

Jika hal itu terjadi, semoga tidak, dan Anda butuh kursi roda di stasiun kereta, jangan pernah ragu untuk mengatakannya kepada petugas.

Sejak beberapa tahun terakhir, terutama setelah PT KAI (Kereta Api indonesia) dan anaknya PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek) ditangani oleh Pak Jonan dan penerusnya, banyak sekali perbaikan yang sudah dilakukan. Berbagai sarana dan prasarana penunjang dipersiapkan dan diperlengkapi. Kereta Indonesia sudah mengarah pada satu tujuan menjadi transportasi publik yang "passenger friendly" alias ramah penumpang.

Kursi roda salah satunya. Banyak penumpang penyandang cacat yang tentunya memerlukan bantuan benda ini. Begitu juga para penumpang yang tiba-tiba kesehatannya menurun di tengah jalan. Benda ini sangat membantu membawa mereka meneruskan perjalanan atau ke tempat dimana mereka beristirahat.

Berdasarkan pengamatan, sepertinya selalu terdapat satu buah kursi roda yang disiapkan untuk mengantisipasi kejadian seperti di atas. Ketersediaannya bukan hanya di stasiun besar seperti Gambir, tetapi juga di stasiun kecil. Foto di atas adalah buktinya.

Foto tersebut diambil di stasiun Cilebut, Kab. Bogor. Sebuah stasiun yang hanya melayani Commuter Line Bogor - Jakarta. Satu lagi yang pernah saya lihat adalah di stasiun Gondangdia. Sepertinya, semua stasiun kereta memiliki cadangan kursi roda untuk membantu para penumpang.

Sebuah hal yang perlu diapresiasi.

Jadi, kawan pembaca, bila Anda merasa butuh kursi roda dan tentu saja bantuan petugas di stasiun atau di dalam kereta, jangan pernah ragu untuk mengutarakannya. Percayalah, Anda akan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Kereta Indonesia sudah berubah jauh dibandingkan sebelumnya.

Rabu, 28 Juni 2017

Membakar Sampah : Memecahkan Masalah Menambah Masalah

Slogan acara Indonesia Lawak's Club yang unik itu ternyata ada benarnya. Kalimat "Memecahkan masalah tanpa solusi" tepat sekali untuk disematkan juga pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak juga hilang, yaitu membakar sampah.

Banyak yang berpikir kalau cara itu membantu lingkungan, tetapi sebenarnya tidak. Bahkan, bisa dikata bukan memecahkan masalah, tetapi justru menambah masalah yang berkaitan dengan lingkungan.


Tidak percaya? Perhatikan saja hal-hal yang diakibatkan oleh pembakaran sampah, terutama sampah rumah tangga.

1. Polusi udara

Sudah pasti membakar sesuatu pasti akan menghasilkan yang namanya asap. Dalam asap terkandung banyak sekali gas seperti karbondioksida, karbonmonoksida, dan karbon. Tergantung benda yang dibakar, akan banyak sekali polutan yang terkandung di dalamnya.

Apalagi kalau yang dibakar adalah plastik yang terbuat dari bahan kimia, atau baterai bekas. Sudah pasti akan bertambah unsur pencemar lingkungan di dalamnya.

Asap pembakaran sampah kelihatannya sedikit, tetapi bayangkan jika 1 juta rumah membakar sampah setiap harinya. Jumlahnya akan sangat membesar dan volume pencemaran udara akan meningkat dan terjadi setiap hari.

2. Sampah tetap ada

Sampah rumah tangga kebanyakan terdiri dari sampah basah, yaitu sampah organik yang tidak mudah terbakar karena mengandung air, seperti sisa sayuran, sisa makanan, dan berbagai sisa lainnya. Benda-benda tak terpakai ini tidak akan terbakar dengan mudah dan menjadi abu.

Pembakaran sampah tetap akan menyisakan sampah-sampah basah seperti ini. Hal ini berarti tujuan membakar sampah tidak tercapai. Sampah akan tetap ada. Belum lagi beling, kaca, baterai bekas tidak akan terbakar sepenuhnya.

Tambahkan dengan abu pembakaran yang juga perlu ditangani.

3. Bisa berbahaya

Percikan api sudah adalah hal yang berbahaya. Salah-salah, api yang semula kecil bisa membesar jika pembakaran dilakukan di tempat yang kurang tepat.

Sudah terlalu banyak contoh tentang hal ini.

Berarti, paling tidak ada 2 masalah tambahan bagi lingkungan yang mengiringi proses pembakaran sampah yang biasa dilakukan

Lalu, bagaimana seharusnya sampah ditangani agar tidak menambah masalah bagi lingkungan? Butuh sedikit kerja ekstra, tetapi hasilnya bisa benar-benar membantu lingkungan.

1. Membuat sampah organik menjadi kompos

Gali lubang dan masukkan semua sampah organik ke dalam lubang tersebut. Tutup kembali dengan tanah dan tunggu sampai 6 bulan.

Hasilnya berupa kompos yang kalaupun tidak dipergunakan dan tetap berada di dalam tanah akan menyuburkan tanah.

2. Menjual sampah

Kertas koran, kardus bekar, dan banyak hal lain yang bisa diloakkan alias dijual. Biasanya setelah itu sang pembeli akan menjualnya lagi ke pengepul atau mereka yang bisa memanfaatkan sampah-sampah tersebut.

3. Mendaur Ulang

Memakai kembali berbagai benda yang bisa dimanfaatkan, seperti botol plastik bekas air mineral yang sebenarnya bisa dipergunakan sebagai pot untuk taman vertikal.

Butuh sedikit kreatifitas dan kemauan untuk repot untuk benar-benar membantu lingkungan. Membakar sampah sepertinya sederhana dan menjadi pemecahan efektif, tetapi sebenarnya tidak. Proses ini hanya menambah masalah pada masalah yang sudah ada.

Kalau tidak mau repot, sederhana saja. Bungkus sampah-sampah tersebut dengan plastik dan buang ke tempat sampah atau biarkan petugas kebersihan mengangkutnya. Setidaknya kita memastikan sampah itu akan dikirim ke lokasi tertentu dimana sampah ditangani.

Hal itu lebih baik daripada sampah itu dibakar.


Memotret itu Perpaduan Antara Peralatan dan Skill, Butuh Keduanya Untuk Menghasilkan Foto Yang Bagus


Agak mengherankan, eh sangat mengherankan sebenarnya melihat seseorang membeli kamera seharga puluhan juta dan diperlengkapi dengan lensa yang harganya sama, tetapi tidak pernah berlatih atau melakukan hunting foto. Heran, karena sepengetahuan saya, memotret, atau istilah kerennya fotografi, sama seperti hal lain merupakan perpaduan antara peralatan dan skill yang memotret.

Tidak bisa hanya mengandalkan salah satunya saja.


Coba saja berikan kamera tersebut kepada seorang anak berusia 8 tahun dan tidak memiliki pengetahuan tentang kamera, kira-kira apakah hasil fotonya akan bagus? Kemungkinan besar tidak sama sekali, hanya ada faktor kebetulan saja yang kadang bisa menghasilkan kejutan, tetapi paling tidak 99% hasilnya akan mengecewakan.

Nah, bukankah seorang yang tidak pernah berlatih menggunakan kamera, memahami penempatan obyek dalam foto, dan juga tidak memahami arah datangnya cahaya  tidak beda dengan anak kecil yang dijadikan contoh di atas. Sama-sama tidak berpengetahuan.

Pada dasarnya, memotret, fotografi, tidak berbeda dengan hal lain yang diciptakan manusia. Mereka menggabungkan antara peralatan dan skill operatornya. Tidak bisa berdiri sendiri, kamera tidak akan bisa menghasilkan foto tanpa campur tangan manusia, dan manusia tidak bisa memotret tanpa adanya kamera.

Keduanya harus saling melengkapi.

Prinsipnya

1. Kamera jelek + orang tak memiliki skill fotografi = sudah pasti jelek
2. Kamera bagus dan mahal + orang tak paham fotografi ==> foto jelek tapi lebih bagus dibandingkan no 1 karena ketajaman gambar kamera mahal hampir pasti lebih baik daripada kamera murah dan ketajaman gambar termasuk salah satu tolok ukur
3. Kamera murah + fotografer berpengalaman ==> Hasil bagus
4. Kamera murah + fotografer berpengalaman ==> Sempurna (paling tdaik mendekati)

Semuanya memiliki kontribusi masing-masing dan saling memberikan dampak terhadap yang lain. Kamera dan fotografernya adalah dua bagian yang tidak terpisahkan.

Jadi, jika Anda sudah membeli kamera, jangan lupa membeli "perangkat lunak" nya yaitu skill dalam mengoperasikannya.

Tanpa itu, kamera itu akan menjadi benda yang sia-sia saja.

Alasan Mengapa Memotret Bunga Adalah Langkah Awal Yang Bagus Bagi Pemula Dalam Fotografi


Sederhana. Tidak rumit. Mungkin karena itulah memotret bunga bisa menjadi langkah awal yang bagus bagi siapapun yang ingin menekuni fotografi.

Memang, tidak heboh dan sangat mainstream karena sudah, entah berapa juta, foto bunga yang bertebaran di dunia ini. Bukan hanya pemula, tetapi mereka yang sudah mencapai level intermediate ataupun advance dalam fotografi pun tetap, walau tidak selalu, akan memotret bunga.

Tetapi, bunga adalah menawarkan banyak hal yang bisa memberikan ruang pembelajaran awal dalam menekuni cara memotret dan menghasilkan foto yang bagus.

Perhatikan saja beberapa sifat bunga dipandang dari sudut fotografi.

1. Statis

Pemula pastilah belum menguasai kameranya 100%. Banyak hal yang belum bisa dilakukan, terutama dalam memotret benda yang bergerak alias dinamis.

Sifatnya yang statis tentu menguntungkan karena sang fotografer bisa memakai setting termudah, seperti setting auto tanpa harus berpikir terlalu rumit. Perhatian bisa terfokus pada obyeknya saja

2. Penempatan Obyek dalam Foto (Komposisi)

Dengan tidak terfokus pada settingan kamera untuk menangkap obyek, sang pemula bisa memiliki waktu lebih untuk berpikir dimana mereka ingin menempatkan sang obyek, bunga dalam fotonya. Di sebelah kiri, kanan, tengah, atas, atau bawah.

Banyak waktu untuk berpikir dan berbeda dengan obyek yang dinamis yang hanya memberikan sepersekian detik bagi fotografer untuk berpikir.

3. Warna Yang Menarik

Setiap bunga memiliki paling sedikit 2 warna dan biasanya menarik. Kodrat bunga memang agar hewan penyerbuk tertarik dan salah satunya adalah warna.

Bagi seorang pemula, hal itu tentu akan mempermudah. Ia tidak perlu lagi berpikir apakah obyeknya cukup menarik atau tidak. Setiap bunga hampir pasti sudah menarik. Bahkan bunga bangkai sekalipun.

Ia hanya perlu menyesuaikan dengan latar belakang yang diinginkan saja.

4. Kecil

Ukuran bunga jarang yang besar, kecuali beberapa seperti Rafflesia Arnoldi dan Bunga Bangkai. Dengan begitu tidak akan terlalu repot untuk menempatkan ruang, dan bahkan tidak perlu bergerak terlalu banyak agar obyek bisa masuk ke dalam frame foto/lensa.

5. Sudut Pengambilan Gambar/Foto

Sifat statisnya membawa keuntungan lain. Seorang pemula bisa mencoba berbagai sudut pengambilan foto yang bisa memenuhi kemauan atau ide yang ada di kepalanya. Bunga tidak akan berpindah tempat,

Bandingkan dengan saat hendak memotret seorang yang sedang berjalan dimana momennya hanya ada sekali dan tidak akan berulang. Memotret bunga tidak perlu seperti itu dan bisa dilakukan berulangkali dari berbagai sudut yang diinginkan.

Jadi, walaupun sederhana dan tidak heboh, memotret bunga adalah langkah awal yang paling baik untuk mengasah keterampilan memilih obyek, mengatur setting kamera, dan mengambil sudut pengambilan gambar yang pas.

Tidak perlu malu atau merasa sungkan. Semua orang sudah pasti akan memulai dari awal dan tidak akan langsung menjadi pandai.

Sayapun hingga kini masih memotret bunga. (Mungkin karena saya masih pemula juga)

Hari Bebas Kendaraan Bermotor Meningkatkan Omset Penjualan MiniMarket

Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day tidak pernah ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian. Tujuan lebih mengarah kepada peningkatan kesadaran manusia atas lingkungan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menghirup udara segar tanpa asap kendaraan bermotor. Pasti tidak pernah terpikirkan bahwa ada efek terhadap kehidupan perekonomian.

Pada kenyataannya, ternyata ajang tersebut dimanfaatkan oleh banyak orang untuk meraup keuntungan. Salah satu di antara mereka yang memandang ajang ini sebagai sebuah peluang meningkatkan omset adalah pengusaha minimarket.

Jumlah ribuan orang yang mondar mandir selama beberapa jam tentunya membuat ngiler. Apalagi mayoritas dari mereka benar-benar tidak pergi ke Hari Bebas Kendaraan Bermotor untuk sesuatu yang spesifik. Kebanyakan hanya ingin berjalan-jalan, bersantai dan tentunya mencari sarapan.

Pastilah berkeliling selama 1-2 jam bisa membuat lapar dan haus. Dan, inilah sebuah peluang yang bila dimanfaatkan bisa menghasilkan penjualan.


Paling tidak itulah yang terpikir oleh pengelola sebuah minimarket di jalan Sudirman Bogor ini.

Ia tidak segan mengeluarkan beberapa rak minuman dan peralatan penjual minuman yang biasanya berada di dalam tokonya.

Minuman.

Sesuatu yang pasti diperlukan para pengunjung Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Tidak mungkin di antara ribuan orang itu tidak ada yang haus dan butuh cairan untuk menghilangkannya. Betul kan?

Omset meningkat, sudah pastilah. Meski hanya beberapa jam, tentunya jumlah pembeli akan lebih banyak dibandingkan sekedar menanti pembeli yang datang.

Memang agak repot karena harus mengeluarkan dan memasukkan peralatan itu. Tetapi, rasanya hasil yang diraup layak untuk untuk melakukan semua itu.


Sabtu, 24 Juni 2017

Katakan I Love You dengan TABUA : Tradisi Pernikahan Fiji

Di Fiji, ketika seorang pria hendak melamar seorang wanita, ia tidak mengungkapkannya dengan cara umum, yaitu dengan berkata "I LOVE YOU" kepada kekasihnya. Yang dilakukannya adalah pergi ke Toko dan membeli TABUA untuk dipersembahkan kepada keluarga sang calon istri.

Tabua (baca Tabuah)pada dasarnya adalah gigi dari paus sperma atau juga dikenal dengan paus kepala kotak.

Tabua - Kredit Foto New York Times


Menurut tradisi Fiji, benda ini merupakan perwujudan dari kesiapan seorang pria untuk menjadi kepala keluarga.

Dalam bahasa Fiji, Tabua berarti "suci". Ia dikaitkan dengan nasib baik dan berbagai kekuatan supranatural bagi masyarakat di Kepulauan yang terdiri dari 300 pulau kecil itu.

Tabua dalam budaya Fiji, selain dipergunakan dalam pernikahan dan perjodohan, juga sering diberikan sebagai hadiah dalam pemakaman dan kelahiran. Gigi Paus ini juga diberikan seseorang sebagai tanda permintaan maaf.


Tetapi, sejarah mencatat bahwa Tabua pernah dipergunakan sebagai bayaran untuk melakukan pembunuhan terencana. Banyak suku di masa lalu menawarkan tabua kepada suku lainnya untuk membunuh seseorang. Salah satu kasus yang terkait dengan ini adalah kasus Thomas Baker yang dibunuh pada abad 19 dimana suku yang membunuhnya mendapat bayaran berupa tabua.

Lucunya, lebih dari satu abad kemudian, di tahun 2003, keturunan dari suku yang membunuh Thomas Baker menyerahkan kepada keturunan sang misionaris 100 buah tabua. Pemberian ini ditujukan karena pembunuhan sang misionaris dianggap telah memberikan kutukan terhadap desa suku tersebut. Dan , untuk memutus kutukan itu, maka mereka memberikan Tabua kepada keturunan orang yang dibunuhnya.

Harga Tabua beragam tergantung ukuran dan beratnya. Yang terbesar dan memiliki berat 1 setengah kilogram memiliki harga cukup mahal hingga mencapai 1000 dollar. Semakin hari semakin mahal karena perburuan paus sperma sudah dilarang sehingga suplai Tabua pun menyusut. Tidak jarang sebuah keluarga yang menerima Tabua akan menyimpannya untuk dipergunakan pada suatu waktu nanti.

Untunglah, di Indonesia tidak dikenal tradisi ini. Jika ada, bisa saja paus sperma akan punah karena jumlah penduduk Indonesia yang ratusan kali lipat (Penduduk Indonesia 250 juta dan penduduk Fiji 800-900 ribu saja)..

Coba Cara Sederhana Ini Untuk Menghilangkan Ailurophobia atau Phobia Kucing


Pernah melihat seorang dengan AILUROPHOBIA atau Phobia Kucing? Seorang yang mengidap phobia ini benar-benar bisa langsung melompat ke atas kursi atau histeris kalau seekor kucing berada di dekatnya, bukan menyentuh atau menggesek-gesekan badannya, hanya sekedar lewat. Tidak jarang juga yang langsung kabur terbirit-birit ketika seekor kucing datang mendekat dalam jarak 2 meter dari dirinya.

Padahal, kucing adalah hewan peliharaan umum di banyak masyarakat. Wajahnya yang imut dan sifat manjanya membuat hewan karnivora ini sangat disukai.

Sayangnya, tidak demikian bagi pengidap ailurophobia.

Adik saya pernah mengalaminya.

Tetapi, ia berhasil mengatasinya. Bahkan, sekarang kucing peliharaannya banyak sekali dan ia bisa menangis ketika salah satu kucingnya mati.

Yang menyebabkannya sembuh dari phobia terhadap kucing dimulai dengan awal yang sederhana. Tidak memerlukan biaya untuk pergi ke psikiater dan melakukan terapi.

Kesembuhannya dimulai, ketika ada kucing kampung yang mampir ke rumah. Namanya kucing non ras seperti ini memang selalu berkeliling mencari makanan. Karena kasihan terhadap kucing ini, ia mulai mencoba memberi makan.

Belum. Dia belum berani menyentuh sama sekali. Hanya memberi makan dan kemudian menjauh, sambil tetap memperhatikan.

Namanya kucing, sekali diberi makan ia akan datang lagi dan lagi. Mau tidak mau, adik saya terus menyediakan makanan buat si kucing. Perlahan tapi pasti ada interaksi, si kucing kampung betah, dan adik saya mulai berani mendekat. Mulanya mengamati dari jarak jauh, terus mendekat hingga jarak satu meter.

Seterusnya bisa dibayangkan, ia mulai mencoba mengelus.

Hingga akhirnya saat ini, tidak lagi terlihat bahwa ia pernah menjerit-jerit ketika seekor kucing bernama Jagu menggesek-gesekkan kepalanya minta dielus. Sekarang justru ia menggendong kesana kemari dan bermain dengan kucing peliharaannya yang berjumlah lebih dari 5.

Jadi, kalau Anda juga takut kepada kucing, atau pakai istilah keren pengidap ailurophobia, cobalah mulai memberi makan secara rutin. Tidak perlu langsung mengelus, cukup memberi makan. Biarlah semua mengalir seperti air karena tetap akan butuh waktu.

Hanya, sesuai apa yang biasa dikatakan para dokter/psikiater adalah, phobia atau ketakutan harus dilawan kalau mau sembuh. Memberi makan bisa menjadi langkah awal melawan dan menyembuhkan ailurophobia atau ketakutan terhadap kucing.

Silakan coba.

Informasi Apa Yang Bisa Didapat Dari Layar Informasi Digital Yang Satu Ini


Foto di atas menunjukkan sebuah layar informasi digital yang terpasang di suatu tempat di Jakarta. Kira-kira informasi apa yang bisa didapat mereka yang melihat layar informasi digital ini?

Jam keberangkatan pesawat? Daftar antrian?

Bukan.

Layar Informasi Digital ini berlokasi di Stasiun Gondangdia, salah satu stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT KAI/KCJ yang mengurus Commuter Line atau KRL (Kereta Rel Listrik). Jadi, informasi yang ditampilkan adalah tentang jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta.

Beberapa tahun belakangan ini, PT KCJ gencar sekali melakukan perbaikan sarana dan prasaran kereta komuter di Jabodetabek. Berbagai renovasi dan pembenahan dilakukan dan begitu juga penambahan berbagai peralatan untuk menjadikan Commuter Line semakin user friendly atau ramah penumpang terus ditambah.

Salah satunya adalah dalam memastikan para penumpang bisa selalu update dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Selain informasi yang akan disampaikan oleh announcer di dalam stasiun dan keretanya sendiri, penumpang bisa melihatnya bahkan sebelum memasuki stasiun manapun, dan bukan hanya di stasiun Gondangdia.

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Tidak Merah?

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Tidak Merah?
Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim

Bukan sebuah masalah juga sebenarnya. Kehadiran beberapa pot besar si Pucuk Merah di sepanjang trotoar Jalan Wahid Hasyim saja sudah menyenangkan. Suasana di salah satu jalan sibuk di ibukota itu terhindar dari kesan "terlalu" gersang. Sosoknya yang sudah mulai tinggi dan rindang menjadi variasi di antara dominasi warna abu-abu nan gersang.

Dinas Pertamanan DKI, atau siapapun yang menempatkannya disana sudah patut mendapat jempol.

Cuma, ada satu ganjelan saja. Nama tanaman, yang latinnya Oleina Syzygium, ini dalam bahasa Indonesia adalah PUCUK MERAK. Ironis saja kalau ternyata yang terlihat hanya daun-daun hijau, mungkin kalau begitu namanya bisa diganti saja menjadi Pucuk Hijau (walau takutnya nanti disangka jenis minuman baru saingan teh hijau).

Mengapa si pucuk merah di Jalan Wahid Hasyim ini tidak merah? Adakah penjelasan ilmiahnya?

Karena kebetulan saya bukan ilmuwan, maka tidak akan ada penjelasan keluar dari mulut. Hanya saja, karena saya dulunya seorang penggemar tanaman hias dan kebetulan menanam si Oleina di depan rumah, jadi cukup tahu persis kenapa pucuk merah di sana tidak terlihat merah.

Itu karena, jarang dicukur atau dipangkas.. Tidak ada alasan lain.

Bukan tanpa sebab tanaman ini di Indonesia dikenal dengan pucuk merah. Hal itu karena pucuk daun yang baru tumbuh akan berwarna kemerahan sebelum kemudian berubah menjadi hijau ketika daun menua. Tumbuhnya pucuk baru lumayan lama, bisa mencapai satu bulan sekali baru ada pucuknya.

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Depan Hotel Morrisey Tidak Merah?
Pucuk Merah di depan Hotel MOrrisey

Nah, biasanya untuk membuat tanaman didominasi warna merah dan bukan hijau, pemangkasan rutin akan sangat membantu. Pencukuran akan memotong ranting-ranting dan untuk setiap ranting yang dipotong akan bermunculan pucuk-pucuk baru yang berwarna merah. Semakin sering dicukur, semakin banyak ranting, dan semakin banyak pucuk baru akan timbul. Barulah tanaman itu akan sesuai dengan namany, si pucuk merah.

Jika itu tidak dilakukan, ya si pucuk merah tidak akan pernah menjadi merah.

Itu saja. Tidak ada yang lain. Tidak perlu menambahkan pupuk apapun karena masalah hijaunya pucuk merah di Jalan Wahid Hasyim bukan di pupuk. Tanaman ini tangguh dan tidak memerlukan banyak pemupukan. Yang dibutuhkannya hanya sentuhan kasih sayang dari tukang cukur tanaman.

Jumat, 23 Juni 2017

Ngabuburit Ala Blogger , Menulis

Tags

Bulan Ramadhan, selain identik dengan kata puasa, juga di Indonesia identik dengan istilah Ngabuburit. Istilah yang asalnya dari bahasa Sunda ini sepertinya sudah diterima menjadi istilah umum yang dikenal semua orang.

Artinya sebenarnya adalah menghabiskan waktu sambil menunggu bedug Maghrib pertanda saatnya berbuka puasa.

Biasanya, yang dilakukan orang-orang adalah berjalan-jalan bersama teman, keluarga, pacar di suatu tempat umum, seperti alun-alun kota sambil ngobrol, Seringnya dilanjutkan dengan buka puasa bersama di tempat tertentu, walau tidak jarang juga yang melakukan ngabuburit pulang ke rumah menjelang saat berbuka tiba.

Tidak ada kegiatan istimewa yang harus dilakukan selama ngabuburit. Juga tidak ada patokan standar. Anak-anak biasanya bermain dan berlarian. Orangtua akan berbincang sambil mondar mandir. Yang sedang berpacaran akan kuralang kuriling (keliling keliling - Sunda) bergandengan tangan dan senyum sana senyum sini. Yang jomblo, bengong atau yang lebih pintar akan bermain HP atau chatting entah dengan siapa.

Intinya, waktu jadi tidak terasa lewat dan saat berbuka puasa tiba.

Nah, saya sendiri sejak menjadi blogger 2 setengah tahun yang lalu, punya kebiasaan ngabuburit yang berbeda. Kalau hari biasa, ngabuburit tidak ada, karena ya harus kerja, jelas tidak bisa ngabuburit. Tetapi, kalau hari Sabtu, Minggu atau Libur, ngabuburit dilakukan di rumah saja.

Malas untuk pergi keluar karena semua orang juga keluar rumah untuk ngabuburit. Hasilnya jalanan dan tempat-tempat umum menjadi penuh sesak, mirip suasana Car Free Day. Tidak nyaman juga. Akhirnya saya memilih ngabuburit versi blogger saja, yaitu dengan menulis.

Lebih enak. Tidak perlu ke luar rumah. Tidak perlu macet-macetan di jalan. Tidak perlu pusing karena makanan dan minuman tersedia, suasananya juga nyaman. Dan, yang paling menyenangkan adalah menjadi produkti.

Tergantung kapan ngabuburitnya dimulai, bisa 2-3 artikel dihasilkan. Hari ini, saat tulisan ini dibuat, sudah ada 4-5 artikel yang diterbitkan. Dan, ini mungkin tulisan terakhir sebelum bedug Maghrib tiba.

Itulah menurut saya ngabuburit versi blogger yang paling baik.

Di Jakarta, Yang Suka Parkir Sembarangan di Bahu Jalan, Paling Takut Sama Kendaraan Yang Satu Ini

Dijamin. Para pengemudi bandel yang suka parkir sembarangan di pinggir jalan atau area yang diberi tanda dilarang parkia, akan segera kabur begitu melihat kendaraan yang satu ini. Tidak basa-basi mereka akan segera menyalakan mesin dan kemudian pergi entah kemana.

Ini foto kendaraan yang mereka takuti.

Di Jakarta, Yang Suka Parkir Sembarangan di Bahu Jalan, Paling Takut Sama Kendaraan Yang Satu Ini

Truk derek milik Dinas Perhubungan Jakarta ini memang dikenal tidak pernah main-main. Jika mereka melihat ada mobil yang diparkir di bahu jalan, tanpa basa-basi maka katrol akan segera dikaitkan ke mobil tersebut dan langsung ditarik.

Kalai kait sudah terpasang, meski sang pengemudi meminta dan menghalangi tidak akan merubah situasi dan mobil pelanggar akan tetap diangkut. Bahkan, pernah saya melihat sekaligus dengan supirnya yang duduk di dalam mobil yang diderek.

Truk derek dishub DKI ini jarang beraksi sendiri. Biasanya bergerak dalam gabungan 3-4 truk derek ditambah beberapa kendaraan pendukung lainnya, dan tentu saja banyak petugas.


Yang membuat takut sebenarnya bukan mobil dereknya sendiri, tetapi biaya yang harus dikeluarkan untuk menebus kendaraan yang diderek, yang katanya mencapai 500 ribu rupiah (saya belum pernah mengalami sendiri karena kendaraan saya adalah Commuter Line atau KRL).

Lumayan mahal dan tentunya menyebalkan untuk mengeluarkannya.

Jadilah, truk derek ini kendaraan yang paling menakutkan bagi pengemudi yang gemar  parkir di bahu jalan.

Lucunya, terkadang terjadi petak umpet antara pelanggar. Saat rombongan truk derek melintas, mereka akan bergerak dan kabur ke arah berlawanan, tetapi beberapa menit kemudin mereka kembali parkir di tempat yang sama.

Yah, setidaknya itu memang menjadi bukti betapa menakutkannya kendaraan ini bagi yang suka parkir di bahu jalan.

Hewan Ini Bukan Spesies Asli Indonesia Tetapi Sangat Disayang Dan Hanya Bisa Ditemukan Di Lokasi Khusus

Tags

Nama latinnya Axis Axis atau dikenal sebagai Rusa Totol. Nenek moyangnya memang bukan berasal dari Nusantara tetapi dari Asia Selatan. Habitat aslinya bisa ditemukan di India, Bangladesh, Nepal, Srilanka.

Rusa totol masuk ke Indonesia melalui tangan ketiga. Tergantung sejarah mana yang dipercayai, tangan itu bisa tangan orang Belanda atau Inggris.

Ada versi yang menyebutkan bahwa Daendels, yang terkenal dengan Jalan Anyer Panarukan adalah yang mengimpornya. Versi lainnya, adalah Raffles yang pernah menjadi Letnan Jenderal Hindia Belanda antara 1811-1816 lah yang membawanya ke Indonesia.

Hewan ini tidak bisa ditemukan di sembarang tempat, bahkan Kebun Binatang sekalipun. Hanya ada beberapa lokasi yang memiliki habitat Rusa Totol, yaitu yang paling besar adalah Istana Bogor dimana ia sangat disayang.

Hewan Ini Bukan Spesies Asli Indonesia Tetapi Sangat Disayang Dan Hanya Bisa Ditemukan Di Lokasi Khusus

Coba saja Anda mencoba mencurinya kalau tidak digetok sama PM penjaga istana, berarti hebat sekali. Juga, ratusan orang setiap Sabtu dan Minggu akan berebut memberi makan kepada mereka dengan biaya sendiri.

Lokasi lain dimana hewan ini bisa ditemukan adalah Taman Monas, Monumen Nasional dimana mendapat transferan rusa totol dari Istana Bogor. Meski sempat terdengar nasibnya berbeda dengan saudara mereka dan sempat mengalami kelaparan.

Memotret di Dalam Supermarket Potensial Menghasilkan Foto Yang Bagus, Tetapi Saya Jarang Melakukannya


Di mata saya, seorang penggemar fotografi, supermarket atau hipermarket (apapun namanya, mau Giant, Yogya, Ramayanan, semua sama) adalah sebuah tempat yang potensial menyediakan background yang bagus.

Disana banyak garis-garis simetris yang bisa menuntun mata untuk menuju subyek foto. Warnanya pun sangat banyak dan bervariasi. Merahnya apel, kuningnya kemasan minyal goreng, hijaunya keranjang penyimpan buah memastikan sebuah foto tidak akan kekurangan warna dan terlihat pucat.

Apalagi terkadang (eh mungkin sering juga) ada SPG cantik yang selalu tersenyum (kalau kita bertanya).

Lengkap sudah. Itulah, mengapa saya pikir memotret di dalam supermarket potensial menghasilkan foto yang bagus.

Sayangnya, saya jarang sekali melakukannya.

Bukan karena dilarang, banyak supermarket yang tidak mempermasalahkan pengunjungnya memotret. Kalaupun dilarang, bukan masalah juga buat saya, karena toh ada smartphone yang bisa tidak terlihat saat memotret.

Yang menjadi penyebab saya jarang memotret di dalam supermarket adalah biasanya karena tangan saya tidak bebas. Biasanya, tangan itu kalau sedang tidak memegang keranjang belanja, ya trolley penuh berisi barang-barang yang dibeli. Belum lagi, harus mengikuti sang komandan di rumah kesana kemari. Sulit mendapatkan waktu untuk menemukan obyek yang menarik (si SPG, kayaknya menarik untuk dijadikan obyek sebenarnya) atau mencari sudut pengambilan gambar yang tepat dalam situasi demikian.

Maklum, saat itu peran saya adalah sebagai suami siaga, supri (supir pribadi) yang harus mengikuti kemanapan sang "komandan" pergi dan bukan sebagai seorang fotografer.

Itu alasannya.

Dosa-Dosa Pemotor Yang Sering Jadi Penyebab Kemacetan


Yah, bukan barang baru lagi kalau berbicara tentang kelakuan pemotor dan korelasinya dengan kemacetan di berbagai kota Indonesia. Pasti, para pemotor merasa tidak suka membacanya, tetapi kenyataannya tidak terbantahkan bahwa mereka adalah bagian dari masalah yang semakin akut itu.

Tingkah laku mereka di jalanan berkontribusi besar dalam tersendatnya arus lalu lintas. Sebenarnya tidak banyak dosa pemotor yang menjadi penyebab kemacetan. Hanya ada beberapa kebiasaan saja yang umum dilakukan, tetapi mengingat jumlah mereka yang banyak dan kelakuan buruknya terus berulang, mau tidak mau mereka merupakan salah satu biang masalah saat di jalanan.

Nah, dosa-dosa pemotor yang menjadi penyebab kemacetan adalah

1. Tidak bisa melihat ruang kosong (mengambil jalur dari arah lain)

Jeli memang. Sayangnya dalam artian buruk. Mereka pandai melihat celah dan ruang kosong. Nah, masalahnya ruang kosong itu sebenarnya tidak benar-benar kosong karena biasanya untuk kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Para pemotor kerap memaksa masuk dan menjejalkan diri agar bisa mendapat posisi paling depan. Sayangnya hasilnya arus kendaraan dari arah yang berlawanan akan tersendat karena ulah ini.

2. Melawan arus

Dosa pemotor lainnya adalah melawan arah. Alasan utamanya hanya karena pengemudinya malas untuk melalui jalan yang seharusnya.

Melawan arus biasanya akan menyediakan jarak yang lebih pendek. Tetapi hasilnya, kendaraan dari arah seharusnya terpaksa harus mengurangi kecepatan dan lalu lintas menjadi tersendat.

3. Tidak mematuhi traffic light

Traffic light itu sederhana. Hijau berarti boleh jalan. Kuning maknanya pelankan kendaraan dan Merah berarti stop. Sangat simple.

Kenyataannya, para pemotor kerap sekali memaksakan diri meskipun lampu merah menyala, mereka akan tetap memacu dan memaksakan diri meski kendaraan dari arah lainnya sudah mulai bergerak masuk.

Kalaupun mau menunggu biasanya mereka akan berlaku bak pembalap dan menunggu di luar garis batas berhenti traffic light dan menghambat kendaraan dari arah lain yang hendak lewat.

Entah apa yang ada di kepala mereka. Seakan dengan berada di atas sebuah motor mereka seperti menjadi raja jalanan yang berhak memerintah siapa saja. Belum lagi kalau terjadi senggolan, biasanya mereka lebih galak meskipun salah.


Ampun. Mungkin harus ada pembatasan penjualan sepeda motor di negeri ini atau pembatasan waktu beroperasinya. Setidaknya para penyebab kemacetan akan sedikit berkurang jumlahnya. Tetapi, itu membuat saya bingung pula, karena kalau nanti saya terkena pembatasan, bagaimana harus pergi ke kantor karena yang saya tahu Supra Fit itu nama sepeda motor keluaran Honda. Dan, itulah kendaraan yang membantu membawa saya pulang pergi ke kantor setiap harinya.

Meski, saya tidak melakukan hal-hal seperti yang di atas, pasti tetap akan kena imbasnya kalau ada pembatasan.

Apa Saja Yang Bisa Dilihat di Layar Digital di Dalam Commuter Line selain informasi dan iklan?

Sudah tahu kan kalau di beberapa rangkaian Commuter Line, alias KRL Jabodetabek di bagian langit-langinya terdapat semacam layar digital.

Kalau belum, bentuknya seperti foto di bawah ini.


Belum di semua rangkaian terdapat layar digital ini, tetapi sepertinya ke depannya semua rangkaian CL akan memilikinya.

Banyak yang menduga bahwa layar digital ini sekedar untuk menyampaikan informasi dan tentu saja sarana untuk beriklan. Dua hal ini betul terjadi karena memang ada informasi, seperti tata cara naik Commuter Line dan juga iklan dari berbagai vendor.

Hanya saja, layar digital yang dikelola oleh pihak ke-3 , MacroAd Linikini ini ternyata juga memberikan hal yang lain, seperti :

Hiburan : Klik musik sampai cuplikan stand up comedy terkadang dihadirkan di layarnya. Bisa bantu mengurangi rasa pegal dan bete para penumpang yang berdesakan.

Pengetahuan : banyak versi tips dan trik atau bucket list berisi berbagai pengetahuan, mulai dari flora dan fauna, tempat menarik atau kejadian menarik di dunia juga tidak jarang tampil di layar. Mirip seperti baca blog, tetapi di versi TV.

Quiz : Sama seperti di televisi, layar digital ini juga mengajak penumpang untuk ikut terlibat. Baru-baru ini ada kompetisi quiz dimana pertanyaan diajukan melalui layar digital tersebut dan penumpang bisa menjawabnya melalui website atau smartphone mereka (setelah mendaftar). Ternyata lumayan banyak juga pesertanya

Inspirasi : Tidak menyangka juga kutipan-kutipan dari para sasatrawan atau filsuf terkenal dunia bisa tayang di tengah sesaknya penumpang. Walau terkadang leher rada pegal karena harus "nenggak" melihat layarnya, tetapi bisa membuat termotivasi.

Keren punya. Tidak pernah menyangka 28 tahun naik KRL bisa merasakan yang seperti ini.

Apalagi, layar digital di dalam Commuter Line ini sangat berjasa bagi saya. Ada satu informasi yang selalu ditunggu oleh saya (dan penumpang lainnya) selama satu bulan ini, bulan Ramadhan. Informasi itu adalah BEDUG MAGHRIB. Layar ini menayangkan adzan dan tidak mau kalah dengan TV nasional, juga melengkapinya dengan kultum.

Membantu sekali karena penumpang tidak perlu tengak-tengok karena ragu sudah waktunya berbuka puasa atau belum.

Sungguh Ada Unta di Jakarta dan Bukan Di Kebun Binatang

Sungguh. Berani sumpah tidak berkata bohong. Ada penampakan unta di Jakarta dan bukan di dalam kebun binatang. Banyak orang yang bisa menjadi saksi tentang itu.

Coba lihat ini foto.


Betul kan itu unta dan bukan gajah atau jerapah?  Mata saya masih normal kan?

Dia duduk juga bukan di dalam kandang, tetapi di atas pos jaga. Ditemani tiang listrik dan dikelilingi kabel listrik dan telepon.

Patung unta ini berada di jalan Johar yang mengarah ke stasiun Gondangdia. Ia merupakan ikon dari Al Jazeerah Signature, sebuah restauran.



Mungkin restauran itu menyuguhkan makanan dari kawasan Timur Tengah? Mungkin juga karena tamunya kebanyakan berasal dari kawasan yang jarang damai itu? Yang manapun mungkin.

Saya tidak begitu tertarik untuk tahu itu. Yang membuat tertarik, cuma penampakan si unta di atas pos jaga yang memberikan sesuatu yang unik.

Meski menyayangkan terlalu banyak kabel yang bersliweran kesana kemari, sehingga foto sang unta menjadi tidak enak dilihat.

Ada Roti-O di Stasiun Gondagdia, Senangnya....


Informasi, atau artikel yang ini sebenarnya nggak keren sama sekali, juga karena sedikit personal. Saya cuma mau memberitahukan ada gera Roti-O di stasiun Gondangdia.

Senang bin bete juga. Masalahnya saya baru tahu ada gerai roti bun yang wangi kopi itu pada hari terakhir kerja sebelum libur Idul Fitri 1438 ini. Mungkin juga memang baru buka karena selama itu pintu awningnya belum pernah terlihat terbuka, meski sudah selalu dilirik setiap pagi saat ke kantor.

Maklum, saya memang penggemar roti yang merupakan pecahan dari Roti Boy ini.

Bete juga. Coba saja itu gerai dibukanya sejak awal bulan puasa, tidak perlu lah saya hampir tiap hari berbuka dengan Snicker saja. Pastilah bisa diselang seling antara roti dan coklat wafer seperti itu. Minumnya sih tidak bisa diganti, tetap saja NU Green Tea.

Tapi setidaknya, nanti sehabis lebaran, kalau lapar, saya tidak lagi harus selalu harus memilih antara pasangan Indomaret atau Alfamart saja. Ada pilihan lain mencari pengganjal perut, kalau lapar, saat menunggu kereta.

Roti-O, tunggu saya.

3 Alasan Utama Orang Memakai Masker di Dalam Angkutan Umum


Akhir-akhir ini semakin banyak orang "bercadar" .. eh bermasker ditemukan di dalam angkutan umum, baik bus maupun kereta. Entahlah apa yang menjadi penyebabnya, mungkinkah udara di Indonesia sudah begitu tercemar sehingga perlu masker agar udara kotor tidak terisap, ataukah ada penyebab lainnya.

Padahal memakai masker, terutama di siang hari dan dalam kendaraan umum yang padat dan tak ber-AC juga tidak menyediakan pengalaman yang menyenangkan. Pengap. Meski katanya banyak masker yang sudah breathable (alias mempermudah pernapasan dan udara masuk dengan leluasa) tetap saja lebih enak bernafas tanpa halangan sama sekali.

Setelah dipikir-pikir, cuma ada 3 alasan mengapa orang mau memakai masker di kendaraan umum.

1. Berniat Tidur

Fakta mengatakan bahwa kendaraan umum merupakan salah satu tempat favorit untuk melanjutkan tidur yang terputus di rumah.

Masalah utamanya adalah kalau di rumah, tidur dengan gaya apapun tidak jadi masalah, Mulut terbuka hingga laler masuk atau iler yang menetes pun tidak akan menjatuhkan citra. Berbeda halnya kalau itu terjadi di muka umum.

Bayangkan saja, apa pandangan orang.

Jadi, agar tetao bisa tidur dengan tenang di dalam angkutan umum dan tanpa menjatuhkan citra, masker memang sebuah alat yang ampuh untuk melindungi.

2. Sakit


Semakin banyak yang sadar (walau masih tetap banyak juga yang tidak) bahwa kalau terkena penyakit jangan sampai dibagikan, ditularkan kepada orang lain. Kasihan.

Untuk itulah masker dikenakan, kalau memang harus terpaksa menggunakan kendaraan umum yang penuh sesak. Jika sedang, flu, batuk-batuk, maka penumpang yang lain bisa terhindar dari virus dan bakteri yang disemprotkan di saat batuk.

Dan juga, kalaupun ingus harus mengalir keluar dari hidung, tidak akan terlihat oleh penumpang lain. Bisa berbahaya kalau terlihat. Citra kita bisa turun drastis dan bisa dianggap anap ingusan.

3. Mencegah penyakit masuk

Masker, memang sesuai fungsinya adalah untuk menyaring udara kotor yang ada disekitar dan hanya menyisakan udara yang lebih bersih untuk dihirup. Apalagi, masih banyak orang kampungan yang tahu dirinya terkena flu, tidak mau bermasker, hasilnya udara di dalam kendaraan umum, yang sudah tidak sehat, menjadi semakin tidak sehat karena tambahan bakteri.

Nah, dengan adanya masker, bakteri-bakteri itu agak sedikit tertahan, dan dikurangi sehingga tidak terlalu banyak yang terbawa masuk ke dalam paru-paru.

Rasanya itu 3 alasan utama orang mengenakan masker di dalam angkutan umum. Rasanya bukan karena khawatir karbonmonoksida atau karbondioksida terhirup masuk.

Saya pilih, tidak pake masker, kecuali sakit, walau jarang saya lakukan karena kalau sakit, saya lebih baik tinggal di rumah daripada memaksakan pergi ke kantor dan berdiri sepanjang perjalanan Jakarta Bogor. Lemes dan berabe kalau pingsan.

Kamis, 22 Juni 2017

10 Alasan dan Tujuan Pergi Ke Car Free Day atau Hari Bebas Kendaran Bermotor?

Tujuan awal diadakannya Car Free Day, atau di beberapa kota disebut dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk sejenak menikmati udara yang bebas dari polusi kendaraan bermotor. Sudah cukup selama hampir satu minggu penuh masyarakat dicekoki secara paksa asap yang dikeluarkan oleh mobil dan motor.

Untuk itu, selama beberapa jam dalam seminggu, ada sebagian wilayah sebuah kota yang dibebaskan dari hal tersebut. Diharapkan selama beberapa jam masyarakat bebas untuk berolahraga dan menghirup udara segar.

Tetapi, pada kenyataannya, situasi berkembang dan berubah. Tujuan pergi ke Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor berkembang. Ajang yang biasanya diadakan mingguan itu menjadi pentas bagi berbagai macam hal. Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda.

Nah, dalam pengamatan, orang tidak lagi pergi ke CFD hanya sekedar untuk merasakan udara segar memasuki paru-parunya. Bahkan, terkadang mereka tidak peduli tentang hal itu.

Cobalah perhatikan beberapa tingkah laku di bawah ini, yang dipungut dari Car Free Day Bogor setiap minggunya.

Tujuan Pergi Ke Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor

1) Mencari Sarapan

Hari Minggu banyak ibu yang sedikit dibebaskan dari kegiatan rutin menyediakan sarapan bagi suami dan anaknya. Lalu, kemana mereka pergi? Banyak yang pergi ke Car Free Day karena disana biasanya akan banyak pedagang makanan, seperti pasangan di bawah ini.


2) Mencari Nafkah

Hari Minggu adalah hari libur dan hari keluarga bagi banyak orang, tetapi tidak semua. Masih banyak yang tetap harus bekerja dan mencari nafkah.


No 1) dan 2) akan membentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan

3)  Berolahraga (Tentunya!)

Pasti lah tetap ada yang idealis dan memanfaatkan Car Free Day sesuai tujuan aslinya, yaitu berolahraga. Apalagi ada senam gratis dengan instruktur cantik berbadan bagus, makin semangat saja.


4)  Melakukan Pentas Seni

Paling tidak itulah yang tertera pada kardus yang dibawa pengiringnya. Toh normal saja, untuk masuk ke teater pun perlu membeli karcis sebagai tanda apresiasi seni, lalu kenapa tidak. Siapa tahu ada yang mau secara sukarela memberikan sumbangan yang cukup buat membeli kostum baru atau setidaknya baju.


5) Belajar tentang satwa

Daripada jauh-jauh ke kebun binatang atau Taman Safari, yang harga tiketnya berlipat-lipat, mengapa tidak ke CFD saja, pasti ada yang mau mengajarkan tentang betapa lincahnya satwa dan bagaimana mereka bisa dilatih menyerupai tingkah manusia.


6) Beramal

Banyak orang baik di dunia, dan mungkin ada sebagian yang tujuan pergi ke Car Free Day-nya untuk berbagi kepada sesama. Tentunya, harus dengan sedikit usaha agar mereka tertarik dan tahudimana harus menyerahkan sumbangannya.


7) Mendekatkan diri dengan rakyatnya

Bukan hanya rakyat kebanyakan yang pergi ke Car Free Day, kadang petinggi-petinggi pun hadir untuk mendekatkan diri mereka dengan rakyat yang dipimpinnya (benar tidaknya biarlah Allah yang menentukan)

Walikota Bogor , Bima Arya di tengah pengunjung Car Free Day

 

8) Berlomba

Car Free Day berarti banyak orang yang bisa menjadi penonton pertunjukkan sebuah keahlian, siapa tahu bisa pulang membawa piala dari panitia. Walau sayangnya tetap saja juri yang menentukan dan bukan penonton.


9) Menakuti Orang

Niatnya sih tidak demikian, dan cuma siapa tahu bisa mendapatkan sedikit uang dari pengunjung. Tetapi, terkadang ada saja orang yang phobia dan merasa takut. Mungkin mereka terlalu penakut saja.


10) Berjalan-jalan

Terlalu pagi bangun dan daripada bengong di rumah karena tidak ada kerjaan lain (atau memang karena malas), kenapa tidak berjalan-jalan ke Car Free Day? Siapa tahu bisa sarapan, terus ada instruktur senam yang cantik, mudah-mudahan ada yang sedang lomba dan bisa ditonton, dan semoga tidak ada yang menakut-nakuti.

Tidak masalah udara segar tidak terasa karena sudah pasti banyak orang. Yang penting hepi.


Itulah 10 alasan dan tujuan pergi ke Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermoto? Yang mana yang menjadi motivasi Anda?

Atau ada yang lain? Silakan tuliskan saja di kolom komentar. Tidak dilarang kok.


Inilah Mengapa Opang (Ojeg Pangkalan) dan Ojeg Online Tidak Bentrok di Stasiun Gondangdia

Perseteruan antara opang (ojeg pangkalan) dan ojeg online, seperti Grab-Bike, Go-Jek! Atau Uber kerap terdengar belakangan ini. Masalah perebutan rezeki memang sulit, manusia biasanya cenderung menjadi "ganas" bila terkait urusan perut, apalagi jika periuk nasinya terancam.

Tidak jarang menimbulkan bentrokan dan suasana mencekam.

Tetapi, tidak demikian di Stasiun Gondangdia. Suasananya aman dan damai saja. Selama saya menggunakan stasiun di dekat Mesjid Cut Meutia, Jakarta itu, tidak pernah melihat terjadinya gesekan antara tukang ojeg pangkalan dan online. Padahal keduanya sering terlihat disana menaik turunkan penumpang.

Mulanya saya tidak tahu mengapa, dan bersyukur, bahwa tidak ada terjadi gesekan antar keduanya, tetapi setelah mengamati, sepertinya ada perjanjian tak tertulis antara keduanya untuk punya tempat masing-masing.

Ojeg pangkalan mendapat "jatah" mangkal di sekitaran stasiun, seperti foto di bawah ini.


Sementara ojeg online akan menunggu penumpang yang memesan mereka di tempat terpisah, yaitu di jalan samping Gedung MNC Tower.


Jadi, tidak ada pertemuan langsung antara kedua kelompok ditambah keberadaan beberapa petigas kepolisian yang rutin mengatur lalu lintas disana. Para penumpang yang sudah memesan ojeg online biasanya sudah mengerti tentang hal ini dan tidak berkeberatan untuk berjalan sedikit.

Hasilnya, tidak ada konflik yang terjadi.

Hal yang sederhana menunjukkan jika semua pihak bersedia saling mengerti dan mengalah, tidak akan terjadi bentrokan dan benturan yang merugikan semuanya.

Mengenal si Guiding Block, Sang Jalur Ramah Disabilitas Untuk Tunanetra

Pastilah kota menyadari bahwa belakangan ini, entah di stasiun, trotoar atau fasilitas umum lainnya, ada satu tambahan yang agak berbeda. Tambahan itu berupa "garis" dengan lebar kurang lebih 20-30 centimeter dan memanjang dengan permukaan yang tidak rata mengikuti panjang trotoar atau tempat untuk berjalan.

Lihat foto di trotoar dekat stasiun Gondangdia ini (Jalan Srikaya dekat Gedung MNC.

Guiding block atau jalur ramah disabilitas tuna netra

Atau di stasiun Cilebut


Garis itu bukanlah garis sembarangan dan dikenal sebagai Guiding Block. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Jalur Ramah Disabilitas (Tuna Netra).

Dengan adanya jalur ramah disabilitas ini, seorang penyandang tuna netra tahu kapan harus lurus dan mengikuti garis dan kapan harus berhenti.

Hal itu bisa dilakukan karena, guiding block terdiri dari dua jenis. Yang pertama yang permukaannya ada tonjolan berbentuk persegi seperti pada foto pertama di atas. Jenis yang ini memberi sinyal bahwa si pejalan kaki tuna netra bisa terus berjalan mengikuti garis itu.

Nah, jenis satunya, yang permukaannya ada tonjolan berbentuk bulat, sepeti di bawah ini.


Bila menemukan guiding block yang seperti ini tandanya harus berhenti.

Dengan adanya guiding block ini para tuna netra akan memiliki panduan arah tanpa harus khawatir menabtak tembok atau terbentur sesuatu.

Oleh karena itu, tidak boleh ada rintangan di sepanjang jalur ini karena hal itu akan mengganggu para tuna netra. Sayangnya hal itu banyak ditemukan karena trotoarnya dijadikan temoat parkir sehingga fungai si guiding block menjadi tidak maksimal.

Sayang.

Apakah Sebuah Blog Bisa Menjadi Website Besar, Sukses dan Berpenghasilan Besar Pula?

Tags

Mungkin saja, sudah banyak contohnya. Sebuah blog yang dikelola dengan baik bisa menjadi website besar, sukses dan berpenghasilan besar pula.

Ini bukan omong kosong dan hanya secara teoretis, tetapi sudah terbukti berhasil di Indonesia dan berbagai negara lainnya. Contohnya, Mashable, sebuah blog yang lahir dari seorang pemuda bernama Pete Cashmore di Skotlandia tahun 2005, sekarang menjadi sebuah website besar yang memberi penghasilan hampir US$ 600,000 perbulan kepada pembuatnya.

Lalu, ada lagi Linda Ikeji, seorang wanita asal Nigeria, blognya yang bernama sama dengan dirinya, memiliki jutaan penggemar dan memberikan penghasilan ratusan ribu dollar setiap bulannya. Penggemarnya begitu fanatik, ketika Google menutup blog miliknya, mereka melakukan protes kepada raksasa mesin pencari itu dan berhasil membuat penutupan dibatalkan.

Dari dalam negeri, pernah dengar nama Andrew Darwis, kalau belum mungkin pernah mendengar KASKUS? Kalau belum keterlaluan. Ini komunitas online terbesar di Indonesia dengan jutaan member. Pernahkah menyadari bahwa website besar ini dimulai sebagai sebuah blog dan forum dimana Andrew Darwis menulis artikel dan threadnya sendiri di atas sebuah website seharga 50 ribu rupiah saja?

Tidak ada yang tidak mungkin.

Selama sang blogger mau berusaha, tidak berhenti menulis, dan terus belajar, maka bukan tidak mungkin sebuah blog kecil di masa sekarang akan berubah menjadi raksasa yang bisa mengalirkan banyak uang kepada pemiliknya 5-10 tahun mendatang.

Ya, tidak ada yang mudah untuk melakukannya, tetapi itu bukanlah mission impossible. Itu juga yang menjadi impian saya sebagai blogger, ada harapan di hati bahwa suatu waktu, blog ini bisa mendatangkan penghasilan yang membuat saya hanya perlu bekerja dari rumah dan menulis saja (tidak perlu sebesar KASKUS).

7 Tips Melakukan Parasailing Yang Aman, Menyenangkan dan Tak Terlupakan

Tags

Parasailing sebuah kegiatan rekreasi yang semakin banyak digemari oleh para pengunjung pantai manapun sebenarnya merupakan gabungan dari dua buah hal.

Yang pertama adalah Para, yang merupakan singkatan dari Parasut karena memang parasailing akan menggunakan parasut seperti yang dipergunakan dalam olahraga terjun payung.

Yang kedua adalah sailing, yang merupakan kata dari bahasa Inggris yang berarti berlayar.

Apa yang dilakukan dalam parasailing sendiri memang menceriminkan hal itu. Parasailing dilakukan dengan cara menarik seseorang yang mengenakan parasut dengan menggunakan speedboat dengan cara melawan arah angin. Dengan begitu maka, si parasut akan memiliki daya angkat yang akan mengangkat orang yang mengenakannya.

Antara orang yang mengenakan parasut dan speedboat sendiri dihubungkan dengan tali dan kait. Peserta harus mau berlari beberapa meter sebagai ancang-ancang sebelum angin mengembangkan parasut dan membawa sang parasut ke udara.

Meskipun terlihat mudah, tetapi parasailing butuh keberanian. Seorang yang takut ketinggian sebaiknya tidak ikut melakukan hal ini dan yang pasti tidak boleh takut pada air karena kebanyakan peserta parasailing akan tercebur ke laut sebagai cara pendaratannya.

Ada beberapa tips untuk memastikan bahwa berekreasi menggunakan parasailing tetap aman dan menyenangkan, dan kalau bisa tak terlupakan.



1. Ikuti petunjuk pemandu


Sebelum dilakukan, biasanya pemandu akan memberikan beberapa penjelasan mengenai cara mengendalikan parasut. Jadi, dengarkan baik-baik apa yang dijelaskan.

2. Jangan lupa menarik kendali


Parasut akan memiliki dua buah tali di kiri dan kanan untuk mengendalikan arahnya, jadi jangan lupa tentang hal ini.

3. Jangan lupa pakai Life Jacket (Jaket Pelampung)


Penting! Meskipun Anda bisa berenang, jangan abaikan kemungkinan terjun ke air beserta tali dan parasut. Hal itu bisa sangat merepotkan. Mengenakan life jacket bisa memastikan kepala kita berada di atas permukaan air dan kita tetap bernafas.

4. Perhatikan cuaca


Jangan pernah melakukan parasailing dalam keadaan cuaca buruk seperti hujan deras dan berangin. Hal tersebut akan menyulitkan pengendalian kapal dan parasut, jadi jangan memaksakan diri untuk ber-parasailing kalau terlihat cuaca tidak mendukung.

5. Jangan makan terlalu banyak sebelum terbang


Yap. Usahakan Anda makan secukupnya saja dan tidak berlebihan. Parasailing adalah sebuah kegiatan yang melawan gaya gravitasi dan hal itu tentu berpengaruh terhadap tubuh kita. Kalau kita makan terlalu kenyang, hal itu bisa mengakibatkan perut menjadi terasa tidak enak saat berada di atas dan kita bisa muntah karenanya.

6. Pastikan berat badan tidak berlebihan


Tetap ada batasan berat badan untuk melakukan parasailing. Biasanya batas berat badannya adalah 80 kilogram. Jadi, kalau berat Anda 100-150 kilogram, mungkin pertimbangkan kembali. Tidak lucu juga sudah memakai perlengkan tetapi tetap tidak bisa melayang dan hanya terseret saja.

7. Kalau mau selfie, pastikan smartphonenya anti air


Banyak yang bermain parasailing untuk menghasilkan foto yang indah dan keren (supaya mendapat banyak LIKE di FB atau Instagram). Memang tidak masalah dan diperkenankan, tetapi pastikan smartphone yang dipergunakan anti air laut.

Dengan kemungkinan tercebur ke dalam air asin tinggi, tentunya akan sia-sia membawa smartphone biasa yang tidak anti air. Tidak lucu juga sudah tidak dapat foto yang bagus malah harus keluar uang buat beli HP baru. Ngenes namanya.

Selama kita tidak lupa hal-hal sederhana seperti di atas, parasailing adalah kegiatan rekreasi yang aman dan menyenangkan. Patut dicoba jika memang ada operatornya di pantai yang Anda kunjungi.

Hortensia, si Kembang Bokor Warna Bunganya Tergantung Tanah Seperti Lakmus Alami

Tags
Namanya sih keren Hortensia, kalau memakai bahasa Latin. Dalam bahasa Indonesia bunga yang satu ini dikenal sebagai Kembang Bokor atau Bunga Bokor.

Kembangnya sendiri sebenarnya terdiri dari bunga-bunga kecil yang bergerombol sehingga bentuknya membulat. Cantik.

Fotonya seperti di bawah ini.


Warna bunganya sendiri tidak bisa ditentukan, jadi kalau hendak membelinya harus menyadari hal ini, kalau tidak bisa repot karena kita bisa berprasangka buruk kepada penjualnya. Kembang Bokor atau si Hortensia (mirip nama tokoh kartun penyihir di Bobo zaman dulu) memiliki sifat unik. Bunganya akan memiliki warna menyesuaikan dengan tanah dimana ia ditanam.

Jika tanahnya bersifat basa, maka warnanya akan mengarah ke biru, sebaliknya kalau keasamannya tinggi, maka warna merah akan menjadi dominan. Pada saat baru mekar, bunganya berwarna kekuningan sebelum kemudian perlahan berubah.

Jadi, bisa saja ketika membeli dari penjual berwarna biru, tetapi pada saat ditanam di rumah, warna bunga berubah menjadi merah. Hal itu terjadi bukan karena penjual menipu, tetapi karena kandungan asam dan basa di tanahnya berbeda. Sifatnya mirip kertas lakmus yang warnanya berubah menyesuaikan dengan asam atau basa.



Moseleum Van Motman Kabupaten Bogor Satu Contoh Betapa Kurangnya Perhatian Pemerintah Terhadap Cagar Budaya dan Benda Bersejarah

Bukan cerita baru sih sebenarnya. Sudah merupakan rahasia umum, meski pemerintah mengatakan bahwa mereka peduli terhadap peninggalan bersejarah yang ada di Indonesia, tetapi pada kenyataannya hal yang berbeda bisa dilihat di lapangan.

Buktinya? Tentu saja kalau saya berbicara tanpa bukti berarti saya memfitnah. Jadi, saya berikan satu bukti saja sebuah bangunan peninggalan abad ke18-19 yang ada di wilayah Kabupaten Bogor. Silakan lihat sendiri beberapa foto dari sebuah bangunan yang dikenal sebagai Moseleum atau Maoseleum Van Motman di kawasan Leuwi Sadeng, Kab. Bogor.






Padahal Moseleum Van Motman adalah peninggalan dari sebuah keluarga yang dulu merupakan orng terkaya di Bogor dan memiliki luas tanah 118 Kilometer persegi (yah kira-kira sama dengan luas Kota Bogor saat ini).

Bangunan ini dulu merupakan tempat pemakaman beberapa anggota keluarga Van Motman termasuk anak-anaknya. Dulu, menurut cerita bangunan ini megah dan dilapisi bahan-bahan bangunan mewah yang diimpor ari Italia.

Kalau sekarang sih, lebih mirip bangunan yang sudah mau roboh karena tidak sepertinya tidak ada perawatan sama sekali. Juga untuk menemukannya sangat sulit karena tertutup perumahan penduduk dan dikitari oleh tanaman pisang.

Sama sekali tidak terlihat bahwa tempat ini adalah sebuah bangunan yang dibangun abad ke-19 dan juga tidak ada perlakuan khusus. Satu-satunya yang membuat saya menyadari bahwa bangunan ini adalah sebuah situs bersejarah adalah sebuah plank berwarna biru yang ditanam dan menyebutkan bahwa Moseleum Van Motman adalah sebuh cagar budaya.

Itu saja. Selebihnya, ya tidak ada.

Ini adalah salah satu contoh betapa kurangnya perhatian pemerintah terhadap cagar budaya dan bersejarah. Kecuali, kalau papan berwarna biru bertuliskan CAGAR BUDAYA dianggap sebagai perhatian yang cukup, ya lain hal. Kalau yang dekat dengan ibukota saja perlakuannya hanya seperti ini, bagaimana dengan yang jauh. Tidak terbayangkan.

Bagaimana dengan di daerah Anda, adalah bangunan bersejarah atau situs-situs peninggalan masa lalu yang bernasib sama? Rasanya pasti ada, iya nggak?