Jumat, 11 Agustus 2017

Perlu Nggak Sih Memasang Gelar Akademis Di Undangan Pernikahan?


Pernah menerima undangan pernikahan dimana calon pengantinnya memajang gelar akademis berderet, atau paling tidak satu? Atau bisa juga si bagian "turut mengundang" yang penuh dengan deretan gelar?

Rasanya setidaknya sekali seumur hidup pernah lah menerima yang seperti ini. Justru akan mengherankan kalau belum pernah, lha ya wong semakin hari rasanya semakin sering saja orang memajang gelar akademis di undangan pernikahan, dan bahkan khitanan.

Pernahkah terpikirkan mengapa gelar-gelar itu harus dicantumkan?

Sebagai orang iseng, saya sering mikir apa alasan di balik kebiasaan seperti ini.

Gelar akademis adalah gelar akademis dan seharusnya dipergunakan dalam lingkungan atau segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan akademis. Pernikahan atau khitanan dimana-mana juga jelas bukan kegiatan akademis, lalu mengapa para pengantinnya suka sekali memakai gelar akademis mereka?

Padahal para guru besar sekelas Hakim Mahkamah Konstitusi saja justru menanggalkan gelar Profesor mereka saat bertugas. Lihat beritanya di sini . Mereka menyadari bahwa profesi atau jabatannya sebagai hakim bukanlah kegiatan akademis.

Nah, utak utik sedikit, ditemukanlah bahwa hal itu berkaitan dengan keranjingannya masyarakat Indonesia terhadap yang namanya "status sosial".

Status sosial itu beragam, ada yang dilihat dari segi materi, ketenaran, pendidikan, dan lain sebagainya. Nah, dengan adanya gelar akademis di belakang nama yang tertera pada undangn pernikahan, hal itu diharapkan "menaikkan" derajat sang pengantin atau yang mengundang. Dengan begitu mereka berharap bahwa masyarakat akan memandangnya dengan sedikit berbeda, yaitu sebagai kalangan terpelajar.

Penggunaannya jelas tidak tepat. Mau diutak atik seperti apapun, Sarjana Teknik, Sarjana Pendidikan, Insinyur, dan sejenisnya adalah gelar akademis dan berlaku di bidang akademis. Diluar itu gelar itu sebenarnya tidak memiliki fungsi, selain bikin kagum mata calon mertua.

Salah atau tidak itu masalah relatif, begitu juga perlu atau tidak, tetapi penggunaan gelar akademis di undangan pernikahan, adalah salah satu bentuk perwujudan masyarakat "penggila" status sosial.

Satu kemungkinan lagi kenapa gelar akademis ikut dipajang di undangan adalah soal isi amplop. Memang sih tidak semua, tetapi kadang masyarakat juga terbiasa memberikan amplop yang isinya lebih sedikit pada masyarakat kalangan "bawah" dan memberi yang lebih tebal bagi kalangan "atas". Dengan memakai gelar, tentunya yang mengundang menaikkan levelnya sedikit dan mungkin membuat segan untuk memberikan amplop yang "tipis" kepada yang sedang hajatan.

Padahal mah, tetap saja kalau harus mengisi amplop saat mau kondangan, saya tidak pernah lihat gelar yang tercantum. Saya lebih melihat ke isi dompet sendiri ada berapa lembar yang tersisa.

Artikel Terkait