Rabu, 02 Agustus 2017

Bukan Hanya Merekam Keindahan, Fotografer Harus Juga Bisa Membuat Keindahan Dari Sesuatu Yang Tidak Indah

Tags


Yah, mudah membuat sebuah foto yang indah kalau obyeknya indah. Itulah mengapa banyak orang gemar memotret keindahan pemandangan, baik di pantai atau di pegunungan. Tidak heran juga banyak penggemar fotografi menyukai memotret model atau wanita cantik dengan badan semlohay.

Pada dasarnya obyek-obyek foto seperti itu sejak awal sudah membangkitkan "hasrat" keindahan di dalam hati dan kemudian hanya perlu menterjemahkannya ke dalam sebuah foto.

Tetapi, jempol saya akan teracung kalau melihat foto yang obyeknya sebenarnya biasa saja, seperti nenek peyot atau rumah gubuk, tetapi berhasil menimbulkan rasa "keindahan" di dalam hati.

Tidak mudah dan jelas sangat sulit.

Obyek-obyek seperti ini tidak akan menghadirkan rasa indah dalam diri manusia. Siapa yang akan melirik wanita tua berbadan kurus dan tidak proporsional dengan kulit yang mengeriput mondar mandir seribu kali di depan mata. Hampir pasti tidak, tetapi ribuan mata akan segera melirik kalau cewek seperti Nikita Mirzani lewat meski hanya beberapa detik saja.

Itulah hebatnya para fotografer terkenal seperti Bruce Gilden atau Eric Kim. Dua nama yang kondang di jagad fotografi jalanan.

Keduanya berhasil "melahirkan" keindahan dari kehidupan sehari-hari yang sebenarnya biasa saja. Sesuatu yang umum dilihat setiap hari.

Tentunya sangat tidak mudah.

Selain penguasaan teknik fotografi yang mumpuni, mereka juga berhasil menghidupkan rasa di hati mereka terhadap obyeknya, membangun keterikatan dan kemudian menterjemahkannya ke dalam foto-foto mereka.

Sesuatu yang hingga kini masih sulit saya lakukan. Cangkir kopi dan bungkus rokok ini hanyalah sebuah usaha untuk mencoba membuat keindahan dari sesuatu yang tidak indah. Tidak tahu apakah sudah bisa melahirkan "rasa" itu pada yang melihatnya, tetapi setidaknya bagi saya, benda-benda ini tidak lagi seperti sekedar cangkir kopi, bungkus rokok, dan korek api.

Artikel Terkait