Senin, 31 Juli 2017

Mengapa Tukang Sayur Keliling Bisa Bertahan dan Tetap Diminati Ibu-Ibu


Pernahkah kita menyadari kalau kaum ibu sering misuh-misuh dan gelisah saat orang ini tidak datang? Mereka bisa menggerutu tak kunjung henti dan terkadang membuat telinga terasa gatal. Padahal yang ditunggunya bukan pria ganteng dan wangi ala bintang film. Justru yang ditunggunya biasanya berkeringat dan bau matahari karena terlalu banyak berjalan.

Tahukah siapa yang dinantinya? Tukang sayur keliling.

Bisa dikata mereka adalah idola para ibu rumah tangga. Ketidakhadirannya bisa membuat banyak wanita senewen.

Tentu saja para ibu senewen. Kalau para tukang sayur keliling absen, bisa jadi suami dan anak-anak mereka hanya disuguhi telur dadar atau lebih buruk lagi Indomie, yang mereka tahu kalau keseringan bisa berbahaya. Keluarganya bisa kekurangan gizi dan protein.

Sesuatu yang sangat tidak diinginkan kaum ibu karena berarti mereka tidak bisa menjalankan tugas dengan benar.

Padahal, mereka bisa saja dengan mudah menyalakan sepeda motor atau naik angkutan umum untuk ke mall atau supermarket terdekat, tetapi masih banyak sekali kaum ibu yang lebih suka berbelanja di tukang sayur keliling daripada di mall yang nyaman.

Mengapa bisa demikian?

Bagaimanapun, manusia akan ada rasa malas dan capek untuk terus pergi keluar rumah. Rumah adalah sebuah zona nyaman bagi ibu rumahtangga. Disanalah sentra kehidupan mereka.

Bukan berarti mereka tidak mau keluar rumah, tetapi rumah menawarkan banyak hal yang tidak bisa ditawarkan oleh sebuah mall, seperti kebebasan melakukan apa saja. Para ibu bisa memasak sambil menonton sinetron kesayangannya, memasak sambil terkadang chatting dengan tetangga, dan masih banyak hal lainnya yang bisa dilakukan selama berada di rumah. Mereka juga bisa menjadi lebih efisien.

Mall atau supermarket memang nyaman dan menyenangkan, tetapi mereka tidak bebas. Meninggalkan rumah untuk pergi ke mall atau supermarket berarti mereka meninggalkan banyak cucian baju yang belum dijemur atau tumpukan bahu yang belum disetrika.

Sesuatu yang mereka tidak inginkan karena hal itu berarti tidak akan tersedia baju rapih untuk suami atau seragam sekolah anak mereka.

Itulah yang menjadi alasan mengapa tukang sayur keliling selalu menjadi salah seorang yang paling ditunggu oleh kaum ibu. Tidak hadirnya para penjaja sayuran keliling ini bisa berakibat banyak bagi kehidupan sebuah keluarga, meski terkadan para suami dan anak tidak menyadari hal itu.

Para tukang sayur keliling menawarkan efisiensi waktu dan membuat para ibu bisa melakukan tugasnya dengan efisien, dan tetap bisa merasa nyaman.

Sesuatu yang banyak ditiru oleh banyak supermarket atau minimarket modern yang menawarkan jasa delivery service atau jasa pengantaran bagi belanjaan para ibu.

Tetatpi, bisnis retail modern masih belum bisa menggantikan peran para tukang sayur keliling karena kebiasaan kaum ibu sendiri. Kaum ibu terkenal suka "memilih", tentunya agar bisa memberikan yang terbaik bagi keluarganya, sesuatu yang tidak dimungkinkan kalau belanja via telpon atau online. Dan satu lagi, para membeli sayuran dari pedagang keliling juga menyalurkan naluri kaum wanita untuk "menawar" dan lagi-lagi tidak bisa disediakan oleh pusat perbelanjaan modern yang menawarkan jasa delivery service.

Dan, kaum ibu sangat banyak sekali.

Itulah yang membuat para tukang sayur keliling masih bisa bertahan di zaman modern seperti sekarang ini. Mereka memiliki sesuatu yang belum bisa digantikan dengan cara belanja modern.

Mungkin suatu waktu, tetapi tidak untuk saat ini.



Artikel Terkait