Sabtu, 15 Juli 2017

[Kebiasaan Buruk] Saat Memarkir Kendaraan, Jangan Keluar Garis Yang Sudah Disediakan


Kebiasaan buruk yang mencerminkan arogansi dan ketidakpedulian terhadap orang lain. Sayangnya, hal seperti ini masih banyak dilakukan orang  yaitu memarkir kendaraan di luar garis yang sudah disediakan.

Padahal, garis-garis itu dibuat tentunya dengan perhitungan. Berapa ukuran kendaraan, berapa ruang yang ada, apakah ada ruang untuk bergerak maju mundur, sudah pasti masuk dalam kalkulasi sebelum membuat petak-petak parkir.

Tujuannya tentu saja untuk memaksimalkan ruang yang ada supaya bisa menampung sebanyak mungkin kendaran. Bukan hanya untuk memaksimalkan pemasukan, tetapi juga untuk memastikan kenyamanan pengunjung agar mereka bisa menemukan tempat parkir semudah mungkin.

Dalam kenyataannya, banyak pengemudi kendaraan yang tidak mempedulikan hal ini. Mereka memarkir kendaraan di luar garis yang sudah disediakan. Alhasil, terkadang badan mobil atau motor memakai sebagian dari petak yang lain. Dua petak parkir menjadi terpakai untuk satu kendaran saja.

Sebagai akibatnya, kendaraan lain yang ingin parkir tidak bisa menggunakannya karena ruang parkir yang tersedia tidak mencukupi.

Merugikan, tindakan seperti ini merugikan. Bagi pengelola, berarti pemasukan berkurang dan bagi pengunjung lain, mereka tidak bisa menggunakan petak tersebut dan harus berkeliling mencari lagi yang berarti menghabiskan waktu, tenaga, dan tentunya bahan bakar.

Entah apa alasan banyak orang tidak mau berusaha memarkirkan kendaraan mereka mengikuti garis yang sudah disediakan. Kebodohan, arogansi, atau memang tidak menyadari. Apapun alasannya, tindakan ini sudah seharusnya dihindari.

Perhatikan garis dan petak yang tersedia. Parkirlah mengikuti garis yang sudah ditetapkan. Jangan sampai keluar garis karena hal itu berarti merugikan orang lain dan mencerminkan ketidakpedulian kita terhadap orang lain.

Artikel Terkait