Kamis, 27 Juli 2017

Jalanan di Jakarta Menunjukkan Orang Kaya Tidak Selamanya Tahu Aturan


Masih banyak orang beranggapan bahwa seorang yang memiliki mobil berarti adalah orang kaya. Biasanya orang kaya berarti berpendidikan. Dan, orang berpendidikan biasanya paham dan tahu aturan.

Benar juga sih kalau dipikir. Harga mobil murah merek tidak terkenal seperti Wuling saja sudah mencapai 130 juta rupiah dan itu tipe paling standar. Tidak salah juga karena seseorang yang memiliki uanh sebanyak itu biasanya punya posisi di pekerjaannya yang biasanya dicapai karena ia memiliki kepandaian atau kepintaran, bahkan mungkin gelar berderet.

Susah dibantah juga kalau orang-orang seperti itu dianggap tahu aturan. Bagaimana tidak, mereka berarti bersekolah lebih lama dan pandai berteori. Mereka pasti banyak membaca tentang banyak hal, termasuk betapa pentingnya aturan bagi sebuah masyarakat beradab.

Sayangnya, hal itu hanya sebatas omongan saja.

Kenyataannya, jalanan di Jakarta, ibukota Indonesia, kota termodern, justru menunjukkan fakta yang lain. Banyak orang kaya tidak tahu aturan, bahkan dalam hal-hal yang paling sederhana dan kecil saja.

Contohnya, Tanda Dilarang Parkir. Maksudnya sudah jelas sekali, simbol huruf "P" yang dicoret berarti kendaraan apapun tidak boleh disimpan atau berdiam di area itu.

Semudah dan sesederhana itu. Rasanya tidak sulit untuk dimengerti.

Fofo di atas diambil di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, dekat stasiun Gondangdia di depan Gedung MNC. Sebuah contoh kecil bahwa jalanan di Jakarta menyodorkan fakta kalau orang kaya tidak selamanya tahu aturan, mereka bahkan seringkali leboh tidak tahu aturan dibandingkan yang tidak memiliki mobil.


Artikel Terkait