Selasa, 18 Juli 2017

Benarkah Anda Peduli Lingkungan? Maukah Anda Memungut dan Membuang Sampah Yang Dbuang Sembarangan?


Banyak sekali orang yang mengatakan kalau dirinya peduli lingkungan. Mereka berteriak dan menulis status-status di media sosial yang mencerminkan bahwa mereka adalah kaum pembela lingkungan. Tidak sedikit dari mereka yang bergabung dalam organisasi-organisasi penggiat kepedulian terhadap alam dan lingkungan.

Sebuah hal yang menggembirakan tentunya, mengingat masih begitu rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia tentang hal ini.

Tetapi, ada sebuah lirik lagu yang membuat saya masih ragu tentang hal itu. Liriknya seperti ini

" Tak perlu kau katakan semua itu, cukup tingkah laku. Sekarang apalah artinya sayang kalau hanya di bibir saja. Cinta itu bukanlah main-mainan tapi pengorbanan"
Sebuah lagu lama tentang cinta terhadap seseorang, dan bukan lagu khusus tentang masalah pelestarian lingkungan.

Lagu ini mengingatkan bahwa disaat kita mencintai, menyayangi, atau peduli terhadap sesuatu, bukan kata-kata yang penting, tetapi tindakan dan tingkah laku yang dilakukan adalah segalanya. Bukan hanya apa yang lidah katakan.

Nah, pertanyaannya, sederhana saja, dalam kaitannya dengan lingkungan, kalau.. andaikan, perumpamaan saja, Anda melihat tiga gelas plastik seperti foto di atas di jalanan, apa yang akan Anda lakukan?

  1. Mendiamkan
  2. Memungut dan kemudian membuangnya ke tempat sampah
Kenyataannya ratusan orang yang melihat tiga gelas plastik ini, ternyata melakukan yang nomor 1. Ratusan dan bukan cuma satu dua orang saja. Bahkan sebelum saya memungut dan membuangnya ke tempat sampah, tiga gelas itu tergeletak selama beberapa lama.

Lain di mulut, lain di hati, lain pula di tingkah laku.

Ketiga gelas plastik murah ini, memang hal kecil bagi banyak orang, tetapi sebenarnya menguji sampai dimana kita sebagai manusia, yang katanya peduli lingkungan mau berkorban demi sebuah idealisme tentang merawat dan menjaga lingkungan.

Cinta selalu butuh pengorbanan. Bukan hanya materi, tetapi juga waktu, dan tenaga. Maukah Anda mengorbankannya sedikit saja? Hanya butuh beberapa detik saja untuk mengambil dan berjalan ke tempat sampah.

Sayangnya, tidak banyak orang yang mau mengerjakannya.

Memang, kita bukanlah petugas kebersihan dan tidak digaji untuk melakukannya, tetapi kalau memang rasa cinta dan sayang itu ada, seharusnya tidak dibayar pun kita akan melakukannya. Tentu, tidak diharapkan Anda mengorbankan segalanya hanya demi memunguti hasil kebodohan orang lain, sama sekali tidak. Tetapi, jika kita melakukannya paling tidak ada satu dua sampah yang akan berada di tempatnya.

Hal kecil, tetapi tetap membantu.

Sedihnya, ternyata rupanya cinta banyak orang Indonesia terhadap lingkungan, masih sebatas retorika atau kata-kata saja. Belum sampai masuk ke dalam hati dan tindakan mereka.

Rupanya bangsa ini masih perlu belajar banyak dalam berbagai hal, termasuk cara mengutarakan rasa sayang kepada lingkungan yang sebenarnya.

Artikel Terkait