Kamis, 20 Juli 2017

Belilah Makanan Sebelum Masuk Stasiun


Para komuter Jabodetabek pengguna jasa Commuter Line yang dulunya bernama KRL (Kereta Rel Listrik) tentunya sudah mafhum tentang dua hal.

Yang pertama pulang kerja adalah waktu dimana perut akan terasa keroncongan. Bekerja menguras tenaga dan pikiran di tempat kerja adalah sesuatu yang menghabiskan persediaan energi dari makan siang. Apalagi, bagi yang lupa mengisi perut di jam istirahat karena terlalu fokus pada pekerjaan, perut akan  mulai mengeluarkan sinyal minta diisi.

Yang kedua dan mulai bisa diterima oleh para pengguna jasa si ulat besi adalah kenyataan bahwa di dalam stasiun tidak lagi ada yang namanya warung dan di atas kereta tidak ada lagi pedagang makanan dan minuman yang bersliweran. Sejak diambil alih oleh PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek), semua stasiun di bawah pengelolaannya diharuskan bebas dari semua itu dan khusus hanya penumpang (serta petugas tentunya).

Hak untuk berdagang di dalam stasiun hanya disediakan bagi beberapa kafe dan gerai seperti Roti-O, Starbuck, atau mereka yang mampu membayar sewa, yang tentunya tidak murah.

Bagaimana memecahkan masalah perut lapar saat di dalam stasiun? Bukan tidak ada, tetapi melihat yang tersedia biasanya menyajikan pun adalah penganan orang bule, roti dan sejenisnya. Tidak semua lidah bisa menerima. Lagi juga, pasti bosan rasanya makan yang itu itu saja setiap hari.

Pemecahannya mudah saja.

Belilah makanan sebelum masuk stasiun.

Banyak pedagang makanan menyadari kebutuhan para pengguna kereta. Meskipun mereka dilrang untuk masuk ke area stasiun, banyak wilayah stasiun yang berhimpitan dengan jalan dan area publik. Mereka sering menyandarkan gerobak atau sepeda merea ke pagar stasiun.

Dengan begitu mereka terhindar dari patroli petugas dan pada saat bersamaan tetap bisa melakukan transaksi dengan pembeli di area stasiun.


Jangan tanya soal melanggar aturan atau tidak. Kenyataannya berdagang di area publik pun melanggar perda, apalagi di jalan.

Ini hanya sebuah gambaran dari apa yang biasa lakukan oleh para pengguna CL setiap harinya di kala perut sudah tidak bisa kompromi minta diisi. Sebuah kebiasaan baru yang terbentuk setelah penertiban pedagang di stasiun gencar dilakukan.

Nah, kalau sudah beli, pastikan makan sebelum naik ke atas kereta karena di dalam kereta penumpang tidak diperkenankan makan atau minum.

Lagipula, tidak enak makan sambil berdesak-desakan. Bumbu siomay bisa saja masuk ke dalam hidung dalam situasi demikian.


Artikel Terkait