Jumat, 23 Juni 2017

Ngabuburit Ala Blogger , Menulis

Tags


Bulan Ramadhan, selain identik dengan kata puasa, juga di Indonesia identik dengan istilah Ngabuburit. Istilah yang asalnya dari bahasa Sunda ini sepertinya sudah diterima menjadi istilah umum yang dikenal semua orang.

Artinya sebenarnya adalah menghabiskan waktu sambil menunggu bedug Maghrib pertanda saatnya berbuka puasa.

Biasanya, yang dilakukan orang-orang adalah berjalan-jalan bersama teman, keluarga, pacar di suatu tempat umum, seperti alun-alun kota sambil ngobrol, Seringnya dilanjutkan dengan buka puasa bersama di tempat tertentu, walau tidak jarang juga yang melakukan ngabuburit pulang ke rumah menjelang saat berbuka tiba.

Tidak ada kegiatan istimewa yang harus dilakukan selama ngabuburit. Juga tidak ada patokan standar. Anak-anak biasanya bermain dan berlarian. Orangtua akan berbincang sambil mondar mandir. Yang sedang berpacaran akan kuralang kuriling (keliling keliling - Sunda) bergandengan tangan dan senyum sana senyum sini. Yang jomblo, bengong atau yang lebih pintar akan bermain HP atau chatting entah dengan siapa.

Intinya, waktu jadi tidak terasa lewat dan saat berbuka puasa tiba.

Nah, saya sendiri sejak menjadi blogger 2 setengah tahun yang lalu, punya kebiasaan ngabuburit yang berbeda. Kalau hari biasa, ngabuburit tidak ada, karena ya harus kerja, jelas tidak bisa ngabuburit. Tetapi, kalau hari Sabtu, Minggu atau Libur, ngabuburit dilakukan di rumah saja.

Malas untuk pergi keluar karena semua orang juga keluar rumah untuk ngabuburit. Hasilnya jalanan dan tempat-tempat umum menjadi penuh sesak, mirip suasana Car Free Day. Tidak nyaman juga. Akhirnya saya memilih ngabuburit versi blogger saja, yaitu dengan menulis.

Lebih enak. Tidak perlu ke luar rumah. Tidak perlu macet-macetan di jalan. Tidak perlu pusing karena makanan dan minuman tersedia, suasananya juga nyaman. Dan, yang paling menyenangkan adalah menjadi produkti.

Tergantung kapan ngabuburitnya dimulai, bisa 2-3 artikel dihasilkan. Hari ini, saat tulisan ini dibuat, sudah ada 4-5 artikel yang diterbitkan. Dan, ini mungkin tulisan terakhir sebelum bedug Maghrib tiba.

Itulah menurut saya ngabuburit versi blogger yang paling baik.

Artikel Terkait