Sabtu, 24 Juni 2017

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Tidak Merah?

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Tidak Merah?
Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim

Bukan sebuah masalah juga sebenarnya. Kehadiran beberapa pot besar si Pucuk Merah di sepanjang trotoar Jalan Wahid Hasyim saja sudah menyenangkan. Suasana di salah satu jalan sibuk di ibukota itu terhindar dari kesan "terlalu" gersang. Sosoknya yang sudah mulai tinggi dan rindang menjadi variasi di antara dominasi warna abu-abu nan gersang.

Dinas Pertamanan DKI, atau siapapun yang menempatkannya disana sudah patut mendapat jempol.

Cuma, ada satu ganjelan saja. Nama tanaman, yang latinnya Oleina Syzygium, ini dalam bahasa Indonesia adalah PUCUK MERAK. Ironis saja kalau ternyata yang terlihat hanya daun-daun hijau, mungkin kalau begitu namanya bisa diganti saja menjadi Pucuk Hijau (walau takutnya nanti disangka jenis minuman baru saingan teh hijau).

Mengapa si pucuk merah di Jalan Wahid Hasyim ini tidak merah? Adakah penjelasan ilmiahnya?

Karena kebetulan saya bukan ilmuwan, maka tidak akan ada penjelasan keluar dari mulut. Hanya saja, karena saya dulunya seorang penggemar tanaman hias dan kebetulan menanam si Oleina di depan rumah, jadi cukup tahu persis kenapa pucuk merah di sana tidak terlihat merah.

Itu karena, jarang dicukur atau dipangkas.. Tidak ada alasan lain.

Bukan tanpa sebab tanaman ini di Indonesia dikenal dengan pucuk merah. Hal itu karena pucuk daun yang baru tumbuh akan berwarna kemerahan sebelum kemudian berubah menjadi hijau ketika daun menua. Tumbuhnya pucuk baru lumayan lama, bisa mencapai satu bulan sekali baru ada pucuknya.

Mengapa si Pucuk Merah di Jalan Wahid Hasyim Depan Hotel Morrisey Tidak Merah?
Pucuk Merah di depan Hotel MOrrisey

Nah, biasanya untuk membuat tanaman didominasi warna merah dan bukan hijau, pemangkasan rutin akan sangat membantu. Pencukuran akan memotong ranting-ranting dan untuk setiap ranting yang dipotong akan bermunculan pucuk-pucuk baru yang berwarna merah. Semakin sering dicukur, semakin banyak ranting, dan semakin banyak pucuk baru akan timbul. Barulah tanaman itu akan sesuai dengan namany, si pucuk merah.

Jika itu tidak dilakukan, ya si pucuk merah tidak akan pernah menjadi merah.

Itu saja. Tidak ada yang lain. Tidak perlu menambahkan pupuk apapun karena masalah hijaunya pucuk merah di Jalan Wahid Hasyim bukan di pupuk. Tanaman ini tangguh dan tidak memerlukan banyak pemupukan. Yang dibutuhkannya hanya sentuhan kasih sayang dari tukang cukur tanaman.

Artikel Terkait