Selasa, 20 September 2016

Aktivis Asal Inggris Divonis Bersalah Karena Pencemaran Nama Baik di Thailand

Andy Hall, seorang aktivis asal Inggris dijatuhi vonis bersalah oleh pengadilan Thailand. Penjatuhan vonis ini dilakukan karena Hall dianggap telah melakukan pencemaran nama baik terhadap National Fruit Company.

Pria Inggris kelahiran Lincolnshire ini memang kerap menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak pekerja migran di perkebunan buah-buahan di negara Gajah Putih itu. Ia menyerukan perbaikan dalam perlakuan terhadap buruh migran di negara tersebut.

Menurutnya, perlakuan terhadap pekerja migran di industri buah-buahan di negara tersebut sangat tidak adil. Pekerja migran seperti dipaksa bekerja dengan jam kerja yang panjang dengan upah di bawah minimum.

Salah satu perusahaan yang mendapatkan kritikannya adalah National Fruit Company, sebuah perusahaan produsen nenas kalengan terbesar di Thailand. Nama mereka tercantum dalam salah satu bagian laporan yang dipublish oleh Finnwatch asal Finlandia.

Hal inilah yang kemudian membuat National Fruit Company mengajukan gugatan hukum terhadap Andy Hall. Mereka menganggap telah terjadi pencemaran nama baik terhadap perusahaannya dan akibatnya pembelian terhadap produk mereka menurun.

Dengan vonis percobaan 3 tahun yang ditimpakan kepadanya, Andy Hall memang tidak harus menjalani hukuman badan alias dipenjara. Ia selama 2 tahun diharapkan tidak melakukan kesalahan yang sama dan kalau itu terjadi, maka hukuman penjara akan diterapkan padanya. Ia juga dikenai denda sebesar 4300 Pound atau 150.000 Bath (mata Uang THailand)

Banyak pihak menyayangkan dan mengecam vonis yang dijatuhkan kepadanya. Vonis ini dianggap sebagai usaha untuk membungkam kampanye untuk memperjuangkan buruh imigran di Thailand.

Andy Hall sendiri tetap merasa bersyukur karena kasusnya membuat perhatian dunia internasional terbuka tentang praktek yang tidak adil kepada buruh migran di negara Gajah Putih.

Sumber : BBC News.

Artikel Terkait