Sabtu, 09 Juli 2016

Mudik Horor ? Setiap Tahun Juga Terjadi

Indonesia heboh dengan suasana mudik Lebaran di tahun 2016 ini. Beberapa media luar negeri seperti BBC juga ikut menyiramkan bensin ke api yang sedang menyala dengan mengeluarkan berita tentang mudik horor di Brexit (Brebes Exit).

Heboh.  Dan semakin heboh.

Banyak pihak yang sebelumnya memang sudah benci dan tidak suka pada kepemimpinan Jokowi seperti mendapat amunisi untuk mencerca.

Beban kesalahan semua ditimpakan semua pada Presiden RI yang mantan pengusaha mebel ini. Ia dianggap tidak mampu membangun infrastruktur secara cepat untuk menghindari masalah tersebut. Padahal kalau dipikir ulang untuk membangun sebuah jalan tol paling tidak diperlukan waktu 3-4 tahun. Jadi, seharusnya presiden pendahulunya juga harus ikut menanggung beban karena tidak memulai pembangunan akses jalan tol pada masa pemerintahannya.

Yah. Itulah Indonesia. Kalau tidak heboh karena hal-hal "kecil" atau "biasa", bukanlah Indonesia.

Dua belas orang meninggal dunia saat terjebak kemacetan di gerbang tol Brexit sebuah hal kecil? Tidak. Ini adalah sebuah masalah. Harus ditemukan pemecahan sesegera mungkin.

Tetapi, bukan hal yang LUAR BIASA.

Setiap tahun ratusan , bahkan ribuan nyawa melayang saat menjalani prosesi mudik Lebaran. Alasannya berbagai macam, biasanya dan masih menjadi mayoritas utama, karena kecelakaan lalu lintas. Silakan cek saja data korban saat mudik lebaran.

Jadi, memang hampir bisa dipastikan akan selalu jatuh korban setiap tahunnya saat menjalankan tradisi mudik.

O ya. Tidak perlu menjadi ahli transportasi. Orang awam sekalipun, seperti saya ini, akan bisa memperkirakan hal tersebut.

Setiap tahun.

Tahun yang lalu terjadi. Tahun ini juga sudah dan sedang terjadi. Tahun depan, hampir bisa dipastikan akan terulang kembali.

Jutaan orang bergerak bersamaan dan menuju hanya ke beberapa titik saja. Jarak ratusan bahkan ribuan kilometer harus ditempuh.  Kedisiplinan yang masih rendah dalam berlalu lintas. Semua membentuk kombinasi yang sangat memungkin terjadinya korban. Tinggal tunggu saja berapa jumlahnya.

Yang membuat heboh dan julukan "mudik horor" keluar adalah karena di satu titik kecil,Gerbang Tol Brexit,  pada saat hampir bersamaan jatuh korban jiwa 12 orang. Itu saja. Secara total mungkin saja total jumlah korban jiwa pada saat mudik lebaran tahun ini akan lebih rendah, tetapi sorotan masyarakat sudah memvonis dengan keluarnya istilah mudik horor.

Padahal setiap tahun juga mudik horor itu terjadi. Selalu memakan korban dalam jumlah cukup besar. Cukup mengherankan kalau tahun-tahun sebelumnya tidak ada istilah mudik horor mengingat nyawa yang melayang juga banyak sekali. Beritanya juga bisa ditemukan dengan mudah di situs berita manapun.

Jadi mengapa harus heboh sebenarnya. Tidak ada yang aneh. Apakah hal itu akan menyurutkan masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik tahun 2017?

Tidak akan.

Artikel Terkait