Rabu, 29 Juni 2016

Kalau Tidak Diterima Di Sekolah Negeri, Jangan Menyogok!

Akhir tahun ajaran selalu menjadi sesuatu yang ditunggu oleh banyak orang. Baik tua maupun muda, baik orangtua ataupun anak mereka pasti menantikan saat-saat ini.

Selain libur, yang merupakan sisi menyenangkan, sesi pendaftaran ke tingkat sekolah lanjutan merupakan sesuatu yang ditunggu.

Ada rasa senang, bagi mereka yang naik kelas dan menantikan saat beristirahat, jauh dari padatnya pelajaran dan PR. Ada yang deg-degan apakah bisa melanjutkan ke sekolah idaman atau tidak.

Sekolah negeri selalu menjadi tujuan utama bagi mereka yang hendak melanjutkan sekolah, baik tingkat pertama ataupun atas. Bisa diterima di sekolah yang dikelola oleh pemerintah selain dianggap sebagai yang pembuka jalan menuju kesuksesan, juga memberikan prestise tersendiri.

Oleh karena itu mayoritas orangtua dan anaknya akan selalu mentargetkan agar mereka bisa bersekolah di sini. Bahkan kadang dengan berbagai cara.

Bagaimana kalau tidak diterima di sekolah negeri?

Pasti sangat mengecewakan. Sedih. Kesal. Bukan hanya anak-anak yang merasakan itu, banyak orangtua pun akan merasakan hal itu ketika tahu anaknya gagal diterima di sekolah negeri.

Lalu, apa yang harus dilakukan menghadapi kenyataan tidak diterima di sekolah negeri? Ada beberapa langkah untuk menghilangkan kekecewaan tersebut.

Kalau disarikan sebagai berikut

1. Terima kenyataan 


Tidak perlu mencari kesalahan siapa yang salah. Keluarga adalah sebuah tim. Kegagalan anggotanya meraih sesuatu adalah kegagalan tim. Terima kenyataan itu dan bersiaplah melakukan langkah berikutnya.

2. Berpikir bahwa sekolah negeri bukanlah penjamin kesuksesan

Banyak jalan menuju ke Roma! Kesuksesan tidak tergantung dimana bersekolah. Kesuksesan adalah gabungan dari kerja keras, kreatifitas, kemauan, konsisten. Mendapat pendidikan di sekolah negeri hanyalah satu langkah dari banyak langkah yang harus ditempuh.


3. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda


Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan. Tidak ada manusia yang terus menerus sukses. Justru sejarah mencatat bahwa orang-orang sukses sekarang adalah mereka yang pernah mengenyam banyak kegagalan.

Kegagalan merekalah yang melecut mereka untuk berjuang lebih keras . Mereka belajar dari kesalahan yang mereka perbuat. Karena itulah mereka menjadi orang sukses.

4. Jangan terpengaruh omongan tetangga


Jelas. Pasti ada bisik-bisik tetangga yang membandingkan keluarga kita dengan keluarga yang anaknya diterima di sekolah negeri.

Abaikan!

Hidup seseorang pasti berbeda dengan yang lainnya. Jalan yang ditempuh tidak harus selalu sama. Keberhasilan mereka saat ini tidak berarti mereka akan terus sukses. Kegagalan kita hari ini bukanlah berarti dunia kiamat dan tidak bisa diperbaiki.

5. Carilah sekolah swasta

Kalau Anda terjebak dalam rasa sedih karena kegagalan dan kemudian berhenti, maka berarti Anda kalah total. Tidak akan ada hasil yang akan didapatkan.

Hidup bak lari maraton. Bukan sprint.

Selama belum menyentuh garis finish, maka pertarungan masih berlanjut. Bangun dari kegagalan dan kemudian lanjutkan langkah. seberapapun beratnya, paksakan untuk bangun.

Carilah sekolah swasta yang sesuai dengan kemampuan kita. Tetaplah belajar. Dimanapun Anda belajar, kalau kemauan dan konsistensi serta semangat tetap menyala, kesuksesan akan tetap menanti.

Hanya satu yang tidak akan saya sarankan!

Menyogok untuk masuk sekolah negeri

Banyak orangtua dengan berbagai alasan, terutama berdalih demi kemajuan anaknya, bersedia melakukan apapun. Bahkan mengeluarkan uang untuk membayar kursi di sekolah negeri, tentu lewat jalur tidak resmi.

Jangan pernah lakukan itu!

Bila ini dilakukan maka kecurangan dan kebohongan lah yang dilakukan. Anak-anak tidak akan belajar dari kegagalan dan mereka akan terbiasa untuk berpikir bahwa dengan uang segalanya beres. Sesuatu yang justru akan berakibat buruk bagi jiwa mereka di masa yang akan datang.

Indonesia sudah penuh dengan orang-orang bermental seperti ini dan pemerintah, serta banyak anggota masyarakat sedang berjuang memberantas kecurangan semacam ini. Kecurangan lah yang menyebabkan negara besar ini susah menjadi negara maju karena terlalu banyak lintah yang menyedot dengan cara curang.

Tetap pakailah cara yang sah dan benar untuk dapat diterima di sekolah negeri, Menyogok bukanlah cara yang benar. Oleh karena itu, lupakan cara yang satu ini.

Itulah yang menurut saya harus dilakukan dalam menyikapi, kita atau anak tidak diterima di sekolah negeri.

Saya pernah mengalaminya karena itu saran ini saya sampaikan.

Semoga bisa bermanfaat.








Artikel Terkait