Rabu, 02 Desember 2015

Masih Adakah Guna Lampu Lalu Lintas ?

Tags


Kalau melihat foto-foto ini, tidak urung tersembul sebuah pemikiran. Masih adakah guna lampu lalu lintas di Jakarta.

Toh para pengendara di Jakarta tetap saja melanggarnya setiap hari.

Lampu Merah dianggap berarti jalan terus. Ketika Kuning, berarti tancap gas lebih dalam. Kalau Hijau berarti bertindaklah seperti Valentiono Rossi di sirkuit.

Tidak ada kata berhenti atau lambatkan laju kendaraan. Semuanya berarti "Jalan" dan "Melajulah Dengan Kencang"


Jangan tanyakan apakah mereka tidak pernah mendapatkan pelajaran soal tertib lalu lintas. Sejak TK hingga paling tidak SMA, hal tersebut sudah diajarkan.

Lalu mengapa mereka masih bertingkah seperti itu?

Mungkin jawabannya sangat sederhana. Jawaban tersebut sudah ada di depan mata tetapi kita menolaknya, karena jawabannya akan menyakitkan kita juga sebagai sesama orang Indonesia.

Jawabannya, entah karena mereka buta warna, jadi tidak bisa membedakan antara merah, kuning, hijau. Ataukah memang kita masih belum cukup beradab?

O ya. Seorang yang beradab berarti tahu dan taat pada peraturan. Jadi gelar yang harus diberikan pada orang yang tidak mematuhi aturan adalah orang tak beradab.

Pasti marah deh kalau kita mengatakan hal itu pada seseorang. Bagi saya yang menulisnya saja tetap ada perasaan tidak enak menjuluki sesama manusia Indonesia seperti itu.

Tetapi, bukankah kenyataannya memang demikian?


Artikel Terkait