Minggu, 29 November 2015

Kapan Harus Menulis Artikel Untuk Mengisi Blog ?

Tags

Kapan harus menulis artikel untuk mengisi blog kita ?

Berapa kali dalam sehari atau seminggu atau sebulan artikel harus diterbitkan?

Pertanyaan yang selalu menghantui para blogger.

Dulu, sayapun bertanya hal yang sama. Berulangkali bahkan. Mencari referensi kesana-kesini untuk menemukan jawaban terhadap dua pertanyaan tersebut.

Nah, akhirnya saya menemukan jawabannya.

Jawabannya :
"TIDAK USAH DIPIKIRKAN. TERBITKAN ARTIKEL SEMAU ANDA!"
O ya. Anda rasanya sulit menerima tentang hal tersebut. Hanya saja, itulah kesimpulan dari perjalanan ngeblog saya selama lebih dari setahun.

Ok Bisa dimengerti bila Anda mengatakan bahwa semakin banyak artikel yang terbit akan semakin baik. Mesin pencari Google akan mendapat umpan lebih banyak kata kunci untuk disimpan dalam databasenya. Hasilnya, pengunjung akan berdatangan ke blog. Jadi menulis tiap hari atau sehari 10 kali lebih baik.

OK juga, bila yang ditekankan adalah kualitas, kemudian panjang artikel, atau interaksi dengan pengunjung juga harus mendapatkan porsi. Jadi mempublish artikel sekali dalam seminggu akan memberikan kesempatan lebih banyak untuk menghasilkan artikel "berkualitas" dan juga mempromosikan blog.

Keduanya sama-sama memilik pendukung yang tidak kalah banyaknya. Kedua kubu berargumen dengan landasan-landasan pemikiran yang sangat masuk akal.

Jawaban saya berbeda dari keduanya, saya pilih tidak memilih kedua jalan tersebut. Toh, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Hasilnya saya menghabiskan waktu banyak hanya memikirkan langkah dan strategi apa yang cocok dan baik untuk blog Anda.

Sampai akhirnya saya menemukan apa yang terbaik, bukan untuk blog yang dikelola. Yang terbaik untuk saya sebagai seorang blogger.

Sebuah blog adalah perpanjangan dari diri seorang blogger. Jadi yang harus menjadi fokus dalam ngeblog bukanlah si blog sendiri tetapi si blogger di belakangnya. Jangan sampai si blog menyusahkan Anda sebagai blogger.

Kalau seorang blogger berpikir bahwa kemampuannya ada , waktunya tersedia dan hasrat menghasilkan tulisan berlimpah, mengapa tidak? Tulis saja 25 artikel dalam sehari atau sampai berapa banyak kemampuannya.

Sebaliknya, kalau waktu terbatas, ide tidak cukup dan lelah, langkah tidak ngeblog setiap hari juga tidak masalah.

Toh, sebenarnya itu memang terserah blogger dan bukan terserah pembaca. Memang akan ada efek atau konsekuensinya. Tapi hal itu lagi-lagi tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.

Jangan buang waktu Anda untuk mencari data atau fakta untuk menentukan langkah Anda. Jumlah yang pro dan kontra akan sama banyaknya. Lakukan saja apa yang Anda mau.

Jadilah seorang blogger yang bebas dengan teori-teori ngeblog. Tidak ada keharusan Anda harus mengikuti ini dan itu dari blogger lainnya.

Selama Anda menyukainya, selama Anda menikmatinya. Just Do it ! Or Just Don't Do It!


Artikel Terkait